Efek fisik keratokonus pada manusia

Keratoplasti adalah jenis lensa yang dapat membantu memperbaiki penglihatan, tetapi jika pasien tidak menggunakannya dengan benar, maka dapat menyebabkan infeksi kornea, permeabilitas oksigen yang buruk, penipisan bagian tengah kornea, distorsi kelengkungan kornea, dan penyakit mata lainnya. 1. Infeksi kornea: Jika tangan pasien tidak bersih saat memakai lensa keratoplasti, atau jika terdapat bakteri atau debu pada lensa keratoplasti, maka dapat menyebabkan infeksi, membuat pasien merasa tidak nyaman pada mata, dan infeksi kornea, dan pada kasus yang serius, jaringan parut pada kornea dapat terjadi. 2. Permeabilitas oksigen yang buruk: Lensa keratoplasti terikat erat pada permukaan mata, dan permeabilitas udara serta oksigennya tidak sebaik kornea mata. Jika pasien memakainya secara terus-menerus, hal ini dapat menyebabkan gejala seperti mata kering, gatal, dan bahkan mata kering pada kasus yang parah. 3. Penipisan kornea sentral: Ketebalan sentral kornea normal adalah sekitar 0,56 mm, sedangkan pasien yang memakai lensa keratoplasti selama bertahun-tahun akan mengalami penipisan ringan pada bagian tengah kornea. 4. Deformasi kelengkungan kornea: Deformasi kelengkungan kornea berhubungan dengan penipisan kornea di bagian tengah. Karena bagian tengah kornea akan sedikit menipis, maka bagian tepi kornea akan terlihat lebih tinggi, yang berarti kelengkungan kornea akan berubah dan berubah bentuk. Namun, bentuk kornea bersifat reversibel, hentikan pemakaian selama satu bulan atau bahkan lebih lama, kornea akan kembali seperti semula. 5. Munculnya penyakit mata lainnya: Beberapa pasien yang tidak memakai lensa keratoplasti sesuai dengan standar operasi dapat mengalami astigmatisme yang tidak teratur atau beberapa lesi mata, dll. Disarankan agar pasien mengikuti penggunaan lensa keratoplasti secara teratur. Disarankan agar pasien biasanya memakainya sesuai dengan metode penggunaan yang teratur dan di bawah bimbingan dokter untuk menghindari memperburuk kondisi.