Sensasi cairan yang mengalir di kepala biasanya bukan merupakan gangguan organik, melainkan gangguan fungsional dan biasanya dikaitkan dengan neurosis, yang dulu disebut neurosis. Pasien cenderung lebih sensitif secara emosional dan tertutup dan mungkin mengalami ketidaknyamanan fisik yang signifikan ketika dirangsang oleh faktor eksternal atau di bawah tekanan. Pasien sering mengeluhkan berbagai keluhan, sering kali berupa sensasi benda asing, aliran cairan, rasa cekung di kepala, sering disertai pusing, sakit kepala, atau ketidaknyamanan pada bagian tubuh lainnya, seperti nyeri ulu hati, sesak dada, atau kembung. Namun, jika tidak ada kelainan yang dapat dideteksi setelah berbagai pemeriksaan fisik, seperti EKG, MRI, EEG, fungsi paru, dan lain-lain, pasien dianggap menderita neurosis. Jenis pasien ini sering kali memiliki emosi yang tidak normal, dengan kecemasan dan depresi, yang dapat menyebabkan gangguan somatisasi. Pengobatan harus fokus pada anti-kecemasan dan anti-depresi, seperti penggunaan haloperidol melitrexin, yang sangat efektif dalam memperbaiki gangguan somatisasi, dan perasaan aliran cairan di kepala biasanya menghilang setelah 3-5 hari pengobatan.