Anak berusia tiga setengah tahun biasanya buang air besar setiap empat atau lima hari sekali jika fesesnya normal dalam bentuk dan perilakunya. Jika tinja disertai rasa sakit, kembung, atau bercampur darah, maka perlu dipertimbangkan adanya gangguan pencernaan.
Anak berusia tiga setengah tahun yang buang air besar setiap empat atau lima hari sekali harus diobservasi untuk melihat apakah fesesnya normal dalam sifat dan penampilannya. Jika feses berwarna dan terlihat normal, tanpa kelainan seperti darah atau lendir, dan tidak ada pendarahan yang menyakitkan atau sakit perut saat buang air besar, maka hal tersebut normal. Jika tidak ada penyakit organik, buang air besar setiap empat atau lima hari sekali dianggap normal.
Jika anak berusia tiga setengah tahun mengalami sakit perut dan kembung, darah dalam tinja, pendarahan dari anus, atau gangguan pencernaan kronis saat buang air besar, maka dianggap anak tersebut mengalami konstipasi atau penyumbatan pada anus, yang merupakan buang air besar yang tidak normal dan harus ditangani sesegera mungkin. Penyakit pada sistem pencernaan seperti obstruksi usus dan intususepsi juga dapat menyebabkan buang air besar yang tidak normal dan oleh karena itu memerlukan diagnosis banding.
Orang tua harus mencari nasihat medis jika mereka memperhatikan bahwa anak mereka buang air besar setiap empat atau lima hari sekali.