Dapatkah obesitas menyebabkan kanker esofagus?

Obesitas telah menjadi ‘wajah’ dari banyak penyakit, termasuk kanker esofagus. Berikut ini adalah hasil dari tiga penelitian.

Yang pertama

Prevalensi kanker esofagus enam kali lebih tinggi pada orang yang kelebihan berat badan (BMI setidaknya 40) dan dua kali lebih tinggi pada mereka yang mengalami obesitas (BMI di atas 30) dibandingkan dengan mereka yang memiliki indeks massa tubuh (BMI) normal.

Risiko tertinggi kanker esofagus ditemukan pada orang yang kelebihan berat badan dengan riwayat penyakit refluks gastroesofagus (GERD).

Hubungan antara obesitas dan kanker esofagus lebih tinggi pada pria daripada wanita, dan obesitas lebih banyak menyerang orang di bawah usia 50 tahun.

Namun, ini tidak membuktikan bahwa obesitas secara langsung menyebabkan kanker esofagus.

Kedua

Peningkatan dramatis dalam insiden kanker esofagus (terutama adenokarsinoma) bertepatan dengan peningkatan tingkat obesitas. Insiden kanker esofagus secara keseluruhan di Amerika Serikat telah meningkat dari tahun ke tahun, dengan tren peningkatan yang serupa pada BMI, tetapi dengan sedikit penurunan insiden pada wanita Afrika-Amerika.

Oleh karena itu, menghindari obesitas dapat mengurangi risiko pengembangan adenokarsinoma esofagus.

Ketiga

Orang yang kelebihan berat badan pada usia 20-an memiliki risiko 60% hingga 80% lebih tinggi terkena kanker esofagus dan lambung dibandingkan dengan mereka yang memiliki berat badan normal.

Orang yang mengalami kenaikan berat badan lebih dari 18 kg pada usia 50 tahun memiliki risiko kanker esofagus dua kali lipat dan risiko kanker perut yang sedikit meningkat.

Orang yang mengalami obesitas pada usia 20 dan 50 tahun memiliki risiko tiga kali lipat atau lebih besar terkena kanker kerongkongan dan perut. Ini berarti bahwa jika seseorang kelebihan berat badan pada usia 20-an dan terus mengalami obesitas di kemudian hari, mereka berisiko lebih tinggi terkena kanker esofagus dan perut.

Namun, hal ini tidak membuktikan bahwa kenaikan berat badan menyebabkan kanker esofagus atau lambung, tetapi hanya menunjukkan hubungan antara keduanya.

Kesimpulannya, obesitas sangat terkait dengan perkembangan kanker esofagus dan pengendalian berat badan dapat membantu mencegah kanker ini.