Orang tua membawa anak mereka yang berusia 5 tahun untuk pemeriksaan kesehatan di rumah sakit dan secara tak terduga menemukan bising jantung. Orang tua sangat gugup akan hal ini dan khawatir anak mereka menderita penyakit jantung bawaan, sehingga mereka bergegas membawa anak tersebut ke rumah sakit untuk menjalani tes. Dokter mengatakan bahwa ada beberapa kemungkinan untuk bising jantung, belum tentu penyakit jantung bawaan. Setelah serangkaian tes yang mendetail, bising jantung anak tersebut adalah “bising fisiologis” dan tidak ada yang salah dengan jantungnya, sehingga orang tua akhirnya bisa bernapas lega dan merasa tenang. Bising jantung adalah salah satu tanda terpenting dari penyakit jantung bawaan pada anak-anak. Pada kenyataannya, memang benar bahwa banyak orang tua yang pergi ke rumah sakit dan mendiagnosis anak mereka dengan penyakit jantung bawaan dengan terlebih dahulu memperhatikan adanya bising jantung. Apakah bising jantung selalu berarti bahwa seorang anak memiliki penyakit jantung bawaan? Bising jantung merupakan salah satu kriteria untuk menentukan penyakit jantung bawaan, tetapi bukan satu-satunya, dan tidak semua bising jantung merupakan indikasi penyakit jantung bawaan. Orang tua tidak perlu panik ketika menemukan bising jantung pada anak mereka, tetapi harus menafsirkan kelainan ini secara rasional dan ilmiah, dan membuat rencana manajemen yang paling bijaksana. 1. Identifikasi jenis bising: Secara klinis, bising jantung umumnya diklasifikasikan menjadi bising fisiologis dan bising patologis, dan bising jantung yang disebabkan oleh penyakit jantung bawaan adalah bising patologis. Karakteristik dari kedua jenis bising ini masih sangat berbeda, dan orang tua dapat mengamati karakteristik bising untuk menentukan jenis bising pada awalnya. Murmur fisiologis terutama disebabkan oleh kekurangan oksigen dan berkurangnya kekentalan darah, tetapi tidak ada kelainan pada struktur jantung itu sendiri, sehingga biasanya akan menghilang seiring dengan bertambahnya usia anak, sedangkan anak-anak dengan murmur patologis umumnya mengalami sesak napas, kesulitan bernapas dan toleransi yang buruk terhadap aktivitas fisik, dan sering dikaitkan dengan kelainan jantung. Berbeda dengan bising fisiologis, bising patologis bersifat kasar, keras dan memiliki rentang konduksi yang luas serta durasi yang lama. Ketika orang tua menemukan bising jantung pada anak mereka, mereka harus pergi ke rumah sakit untuk melakukan auskultasi jantung, jika itu adalah bising fisiologis, mereka harus memperhatikan nutrisi harian dan perawatan kesehatan, dan jika itu adalah bising patologis, mereka perlu menjalani pemeriksaan lebih lanjut. 2. Murmur fisiologis tidak boleh dirilekskan: bayi dengan murmur fisiologis umumnya tidak memiliki aliran darah yang tidak normal. Murmur fisiologis paling sering terlihat pada anak-anak berusia 2 hingga 3 tahun atau lebih, paling sering antara usia 3 dan 7 tahun. Seiring bertambahnya usia, fungsi organ menjadi matang dan fungsi katup jantung menjadi sempurna, dan murmur fisiologis akan hilang secara alami. Namun, jika bising terus berlanjut, bahkan setelah anak mulai bersekolah, disarankan untuk pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan diri guna mengetahui apakah ada kelainan pada struktur jantung atau aliran darah. Selain itu, pilek, demam, dan hipertiroidisme pada usia dini juga dapat menjadi penyebab bising fisiologis dan harus ditangani sesegera mungkin dan secara menyeluruh. 3. Tidak adanya bising jantung juga harus diperiksa dengan teliti: Jika setelah dilakukan auskultasi tidak ditemukan bising jantung, maka dapat disimpulkan bahwa katup dan bentuk jantung anak normal dan tidak ada aliran darah yang tidak normal, tidak termasuk faktor standar dan kesalahan kerja dokter. Namun, kita tidak boleh lengah dan sebaiknya melakukan pemeriksaan EKG dan ekokardiogram untuk berjaga-jaga. Orang tua tidak boleh terlalu stres ketika menemukan bising pada jantung anak mereka, karena hal ini dapat menyebabkan beban mental dan psikologis. Setelah mendengarkan dokter, mereka akan segera dapat menentukan dengan jelas apakah bising itu fisiologis atau patologis; untuk beberapa kasus yang tidak mudah ditentukan, dokter juga dapat melakukan beberapa pemeriksaan tambahan lebih lanjut, seperti rontgen dada, EKG, USG jantung, atau kateterisasi jantung, dan lain-lain.