Mercaptopurines, termasuk azathioprine dan 6-mercaptopurine, umumnya digunakan sebagai obat imunosupresif untuk menginduksi dan mempertahankan remisi penyakit Crohn. Kelas obat ini telah diberi tingkat risiko (D) untuk kehamilan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) dan oleh karena itu dianggap berpotensi berbahaya bagi janin. Studi ini menunjukkan bahwa: (1) Pada pasien pria, tidak ada peningkatan risiko malformasi janin ketika mengonsumsi obat merkaptopurin selama upaya kehamilan. (2) Pada pasien wanita, penggunaan merkaptopurin selama kehamilan atau tiga bulan pertama kehamilan tidak mempengaruhi berat badan janin dan tidak meningkatkan risiko malformasi kongenital, tetapi memang meningkatkan risiko kelahiran prematur. Ringkasan: Kesuburan selalu menjadi perhatian umum bagi dokter yang merawat dan pasien dengan penyakit Crohn. Pengobatan selama kehamilan dapat berdampak pada konsepsi janin yang sehat, oleh karena itu, pasien hamil harus secara aktif berkomunikasi dengan dokter yang merawat mereka ketika memilih obat dan menyesuaikan rejimen pengobatan mereka sesuai dengan situasi mereka.