Vaksin rabies, yaitu vaksin rabies, biasanya diberikan sebanyak lima kali suntikan dengan interval masing-masing 0, 3, 7, 14 dan 30 hari, terutama melalui suntikan intramuskular. Pasien disarankan untuk memperhatikan pola makan dan perawatan lokasi vaksinasi setelah vaksinasi. Vaksin rabies terutama digunakan untuk profilaksis pasca pajanan, pasien yang telah digigit atau dicakar oleh anjing rabies atau hewan gila lainnya harus segera disuntik. Vaksin rabies disuntikkan secara intramuskular, dan beberapa pasien akan mengalami reaksi yang tidak diinginkan seperti kemerahan, bengkak, nyeri, bintil-bintil keras, demam, sakit kepala, dan ruam kulit setelah vaksinasi. Perlu diperhatikan bahwa pasien harus mengatur pola makan setelah vaksinasi rabies, mengurangi makanan yang pedas dan merangsang, seperti cabai, bawang putih, dll. Pasien juga harus menjauhkan diri dari alkohol setelah vaksinasi dan tidak boleh berolahraga berat. Disarankan agar pasien tidak membiarkan tempat penyuntikan menyentuh air setelah vaksinasi rabies untuk mencegah infeksi. Pasien yang perlu divaksinasi rabies harus berkonsultasi dengan dokter tepat waktu dan mengikuti instruksi dokter untuk vaksinasi.