1. Pelatihan pengucapan: Karena refleks muntah tidak disengaja saat menelan terganggu, dan organ dalam sulit didekati, pengucapan dan organ bicara dianggap terkait dengan menelan, sehingga ucapan dapat digunakan untuk pelatihan rehabilitasi. Jika pasien membuka mulutnya untuk mengucapkan bunyi “a” dan bergerak ke samping untuk mengucapkan bunyi “yi”, maka bunyi “wu”. Pasien juga dapat diminta untuk mengerutkan bibir dan kemudian mengucapkan bunyi “f”, seperti meniup lilin atau peluit. Latihan pengucapan biasanya dilakukan setelah perawatan pagi dan setelah bangun dari tidur siang, dengan setiap bunyi diucapkan sebanyak 3 kali, 5-10 kali berturut-turut. Pembukaan dan penutupan mulut mendorong pergerakan otot bibir. 2 . Gerakan lidah: Minta pasien untuk membuka mulut, menjulurkan lidah ke depan, lalu lakukan gerakan ke kiri dan ke kanan ke sudut mulut, lalu jilat bibir bawah dengan ujung lidah lalu berbalik untuk menjilat bibir atas, tekan langit-langit keras, lakukan gerakan di atas setiap 5 menit, 3 kali sehari, masing-masing pada pagi, tengah hari dan sore hari. Jika pasien tidak dapat melakukan gerakan lidah secara otomatis, perawat dapat menggunakan penekan lidah atau sendok untuk memijat lidah atau meminta pasien menggunakan kain kasa untuk menahan lidah dengan lembut untuk gerakan ke atas dan ke bawah serta ke kiri dan ke kanan saat lidah diulurkan. 3. Gerakan wajah, rahang, dan tenggorokan: minta pasien untuk tersenyum atau mengerutkan dahi, membuka mulut dan menutupnya, lalu menggembungkan pipi sehingga pipi terisi gas lalu menghembuskan napas dengan lembut, dan seterusnya berulang kali, tiga kali sehari. Anda juga dapat membantu pasien untuk mencuci tangannya dan melakukan gerakan mengisap jari untuk mengontraksikan pipi dan gerakan otot orbikularis. Pasien dapat diminta untuk mengunyah dengan menggerakkan rahang pasien secara aktif atau pasif, dan ini dapat diulangi 3 kali sehari. Untuk latihan menelan laring, perawat dapat meletakkan ibu jari dan jari telunjuk secara perlahan pada posisi yang tepat di tenggorokan pasien dan meminta pasien untuk mengulangi tindakan menelan.