Sindrom ovarium polikistik tidak selalu berhubungan dengan kista, tetapi dapat menyebabkan peningkatan ukuran ovarium dan disfungsi endokrin. Kista ovarium berhubungan dengan gangguan endokrin, infeksi panggul, faktor lingkungan dan pola makan.
Sindrom ovarium polikistik adalah penyakit yang ditandai dengan hiperandrogenisme, anovulasi dan ovulasi sporadis, dan perubahan polikistik ovarium, yang merupakan kelainan endokrin dimana ovarium membesar tetapi tidak mengembangkan kista.
Gejala utama sindrom ovarium polikistik meliputi gangguan menstruasi dan infertilitas akibat ovulasi sporadis atau anovulasi, hirsutisme, jerawat, dan alopesia androgenik akibat hiperandrogenisme, akantosis nigricans akibat resistensi insulin, dan obesitas.
Kista ovarium berkaitan dengan gangguan endokrin, infeksi panggul, lingkungan, dan pola makan. Kadar progesteron yang berlebihan dan infeksi panggul oleh bakteri atau patogen lainnya dapat dengan mudah menyebabkan kista ovarium.