Pemeriksaan infertilitas biasanya dibagi menjadi pemeriksaan pria dan wanita, termasuk pemeriksaan air mani, pemeriksaan endokrinologi reproduksi, pemeriksaan ovulasi, pemeriksaan tuba falopi, dan histeroskopi.
1. Pemeriksaan air mani: jumlah dan aktivitas sperma pria merupakan kriteria penting untuk menentukan apakah embrio dapat berkembang secara normal.
2. Tes hormon endokrin reproduksi: Wanita harus melakukan tes tingkat hormon dasar pada awal menstruasi untuk menentukan apakah hormon endokrin reproduksi dapat dikeluarkan secara normal.
3. Tes ovulasi: ketika siklus menstruasi seorang wanita teratur dan ia mendekati masa ovulasi, ia harus menjalani pemantauan ovulasi untuk menilai kualitas sel telur dan apakah sel telur tersebut dapat dikeluarkan secara normal.
4. Pemeriksaan tuba: Pemeriksaan tuba biasanya dilakukan dengan cara pelumasan tuba dan pencitraan minyak yodium, dll. Fungsi normal tuba falopi merupakan aspek penting untuk memastikan pasokan nutrisi ke janin.
5. Histeroskopi: terutama untuk pemeriksaan rongga rahim dan endometrium, pemeriksaan ini dilakukan dalam waktu sekitar 3-7 hari setelah menstruasi.