Cara mengontrol diet pasien ginjal polikistik

  Pengendalian penyakit tergantung pada pengobatan di satu sisi dan diet di sisi lain. Hal yang sama juga berlaku bagi pasien ginjal polikistik, yang juga harus memperhatikan pola makan mereka selain pengobatan. Jadi, bagaimana pasien ginjal polikistik dapat mengendalikan diet mereka? Berikut ini adalah beberapa pantangan dalam pola makan pasien ginjal polikistik: 1, jangan makan makanan pedas dan merangsang: seperti cabai, alkohol, merokok, coklat, kopi, ikan laut, udang, kepiting dan sebagainya.  2. Batasi atau bahkan hindari penggunaan obat-obatan yang memiliki efek samping toksik pada ginjal. Tentu saja, ketika hipertensi dan oedema terjadi, masih perlu menerapkan obat antihipertensi sambil membatasi asupan natrium. Hal ini karena hipertensi lebih merusak ginjal dan organ tubuh lainnya.  3, jangan makan makanan yang terkontaminasi: seperti jenis makanan yang rusak, berjamur, tidak higienis, jenis barbekyu dan makanan yang terkontaminasi.  4, batasi asupan protein yang berlebihan dan kontrol moderat. Jumlah asupan protein harus didasarkan pada jumlah kehilangan protein per hari. Kurangi makan ayam, bebek, ikan, daging dan makanan hewani berprotein tinggi, berlemak tinggi dan berminyak; kurangi makan makanan kaya protein nabati, seperti kacang-kacangan, produk kedelai (terutama untuk pasien ginjal polikistik dengan insufisiensi ginjal). Diet rendah protein dapat memainkan peran penting dalam mengurangi beban pada ginjal dan memperlambat penyakit.  5. Jangan makan makanan yang terlalu asin atau berat rasanya, seperti acar, makanan yang terlalu asin. Khususnya bagi pasien dengan oedema yang lebih parah, diperlukan kontrol garam yang ketat. Tentu saja, ketika mengontrol rasa asin, lakukan penyesuaian sesuai dengan kondisi pasien dan tingkat fungsi ginjal, tidak semua pasien dengan kista ginjal harus benar-benar dibatasi garamnya.