Bagaimana cara merawat asma bronkial? Menjauhi “biang keladi” adalah kuncinya!

  Pasien dengan asma bronkial harus jelas tentang alergen mereka. Alergen utama adalah alergen inhalan dan alergen ingestif. Pasien dapat pergi ke rumah sakit biasa untuk tes alergen untuk mengetahui apa yang membuat mereka alergi dan menghindarinya, yang secara efektif dapat mengurangi jumlah serangan asma dan memperlambat perkembangan penyakit.  Beberapa pasien mungkin ingin menggunakan terapi diet untuk meredakan asma bronkial mereka, tetapi pengobatan Barat tidak menganggap makanan apa pun sebagai pengganti obat dalam mengobati asma bronkial, dan makanan tertentu mungkin bersifat alergen bagi pasien asma, sehingga mereka harus menghindari makanan ini secara efektif.  Beberapa alergen, seperti makanan tertentu, dapat dihindari secara efektif setelah kita tahu bahwa konsumsi jangka panjang dari makanan ini cenderung menyebabkan alergi: 1) ikan, udang dan kepiting, yang memiliki kandungan protein tinggi dan dapat dengan mudah menjadi alergen; 2) kacang-kacangan, seperti hazelnut, kacang tanah dan pistachio, yang beberapa pasien alergi.  Oleh karena itu, jika pasien telah mencoba makanan ini di masa lalu dan tidak bereaksi, mereka dapat terus menggunakannya dengan aman, tetapi bagi mereka yang belum terpapar varietas baru produk air dan kacang-kacangan, kami menyarankan pasien untuk mencobanya dengan hati-hati. Selain itu, pasien asma dapat dengan aman mengkonsumsi beberapa makanan umum termasuk makanan pokok tanpa penghindaran khusus.  Namun demikian, beberapa alergen, seperti serbuk sari musiman dan tungau debu, begitu tersebar luas sehingga sulit untuk menghindarinya sepenuhnya, tetapi alergen tersebut dapat dihilangkan dengan obat asma, yang juga bisa efektif dalam mencegah dan mengobati asma. Oleh karena itu, tindakan pencegahan utama dalam hidup adalah mengidentifikasi alergen, menghindarinya secara efektif dan sepenuhnya, dan menggunakan pengobatan teratur untuk mencegah serangan akut dan perkembangan berulang.