Nyeri leher dan bahu dapat disertai dengan mati rasa dan nyeri pada salah satu atau kedua “lengan” dan tangan, dan beberapa nyeri yang menjalar. Pada kasus yang parah, ketangkasan tangan menurun, yang dimanifestasikan sebagai kecanggungan dalam menulis, mengancingkan kancing, dan memegang sumpit. 2 . Nyeri pinggang dan tungkai: nyeri pinggang aktif, nyeri saat membungkuk atau membalikkan badan di tempat tidur, umumnya dikenal sebagai “pinggang tidak kuat”. Nyeri pinggang dapat menjalar di sepanjang bokong, bagian belakang paha ke betis lateral, dan bahkan ke telapak kaki. Beberapa pasien menunjukkan rasa sakit di bagian depan paha, dan pada kasus yang parah, mereka tidak dapat meluruskan punggung mereka. Ada juga perasaan “menginjak kapas” di telapak kaki. 3 . Klaudikasio intermiten Setelah berjalan dalam jarak tertentu, terasa kedua tungkai bawah lemah, atau salah satu sisi tungkai bawah mati rasa dan nyeri, dan perlu jongkok atau duduk sebentar sebelum melanjutkan berjalan, dan tidak ada gejala yang jelas pada tahap intermiten. Tidak ada kelainan saat pasien ini mengendarai sepeda. 4, kelainan bentuk tulang belakang, ketimpangan bahu bilateral, punggung tampak “kantong besar” lebih jelas saat membungkuk, sebagian besar terlihat pada skoliosis idiopatik remaja. Dada dan punggung “pot”. Kelainan bentuk leher miring (leher bengkok). 5, tulang belakang leher, toraks dan lumbal patah tulang belakang patah tulang belakang sering disertai dengan kelumpuhan pada kedua tungkai bawah atau tungkai, perlu ditangani sesegera mungkin oleh spesialis. 6 . Osteoporosis Lansia sering mengalami osteoporosis, yang dapat dengan mudah menyebabkan gangguan tulang belakang.