Ada banyak organ penghasil darah di dalam tubuh, termasuk sumsum tulang, limpa, kelenjar getah bening, dan timus. Sebagai contoh, pada bayi yang baru lahir, selain sumsum tulang, hati dan limpa juga memiliki fungsi penghasil darah tertentu, sedangkan sumsum tulang menjadi organ penghasil darah utama seiring bertambahnya usia. Fungsi pembentuk darah sumsum tulang menurun seiring bertambahnya usia. Pada usia tua, sebagian besar sumsum tulang merah menjadi kuning, atau berlemak, tetapi jika terjadi kehilangan darah akut, beberapa sumsum tulang kuning dapat diubah menjadi sumsum tulang merah untuk menjalankan fungsi hematopoietiknya, sehingga sumsum tulang menjadi organ hematopoietik utama di dalam tubuh dan menyertainya sepanjang hidup.