Secara umum diterima bahwa glaukoma adalah penyakit seumur hidup dan tidak dapat dipulihkan dan membutakan, yang berarti bahwa pengobatannya ditujukan untuk mengendalikan penyakit secara efektif atau menunda perkembangannya, daripada mencapai kesembuhan yang sebenarnya. Bahkan jika TIO dinormalkan dengan pengobatan atau pembedahan, fluktuasi TIO akibat faktor internal dan eksternal pada akhirnya dapat menyebabkan kerusakan permanen pada fungsi visual jika tidak sering ditinjau atau diobati dengan segera. Oleh karena itu, pasien glaukoma harus memperhatikan kondisinya, tetapi tidak perlu terlalu stres. Dalam kehidupan sehari-hari, mereka harus memperhatikan: 1. Mengikuti resep dokter dengan tepat. 2. Pemeriksaan rutin: terutama perubahan dalam ketajaman penglihatan, lapang pandang dan cakram optik. Biasanya setiap tiga bulan atau enam bulan sekali. 3. Jangan menggunakan obat secara sembarangan dan bacalah petunjuk obat dengan seksama sebelum menggunakannya. Hal ini karena beberapa obat dapat menyebabkan peningkatan tekanan mata, seperti atropin, skopolamin, belladonna, probenecid, gastrofasial, valium dan kontrasepsi oral. 4. Hindari penggunaan mata yang berlebihan dan jangan menundukkan kepala terlalu lama saat membaca. 5. Hindari cahaya yang tidak mencukupi. Anda tidak boleh memakai kacamata hitam dan tidak boleh berada dalam kegelapan terlalu lama, kegelapan akan melebarkan pupil. 6, hindari tindakan yang menyebabkan peningkatan tekanan perut, seperti: membungkuk berlebihan, menundukkan kepala, menahan napas, aktivitas menahan beban, agar tidak meningkatkan tekanan perut yang disebabkan oleh peningkatan tekanan intraokular, memperburuk kondisi. 7, hindari kemarahan: perubahan suasana hati yang berlebihan sering kali dapat menyebabkan pelebaran pupil dan peningkatan tekanan intraokular, sehingga memperburuk kondisi tersebut. 8, perhatikan pola makan: (1) Pola makan harus ringan, makan lebih banyak sayuran dan buah-buahan, jaga agar usus tetap terbuka, hindari sembelit. (2) Hindari minum air dalam jumlah besar sekaligus dan kurangi makan makanan yang membuat Anda haus. (3) Menghindari atau meminimalkan konsumsi makanan yang merangsang seperti cabai, bawang mentah dan lada. (4) Hindari merokok, alkohol dan minum teh kental. Karena nikotin dalam tembakau dapat menyebabkan kejang pembuluh darah retina, yang menyebabkan iskemia saraf optik, ambliopia toksik, membahayakan fungsi visual. Minum banyak alkohol dapat menyebabkan kapiler mata melebar, meningkatkan kemacetan di mata dan bahkan menyebabkan serangan glaukoma akut. Minum teh kental sering menyebabkan kegembiraan yang berlebihan, yang memengaruhi tidur dan menyebabkan peningkatan tekanan intraokular.