Epilepsi yang disebabkan oleh hipoplasia otak kiri umumnya tidak dapat disembuhkan, tetapi dapat ditangani dengan pengobatan yang agresif dan efektif.
Epilepsi yang disebabkan oleh displasia umumnya sulit disembuhkan, dan sebagian besar anak mengalami kondisi ini pada usia muda, sehingga memerlukan pengobatan jangka panjang dengan obat antiepilepsi, seperti obat antiepilepsi tradisional, termasuk fenitoin natrium dan karbamazepin; serta obat antiepilepsi yang lebih baru, termasuk topiramate dan lamotrigin.
Sebagian besar epilepsi yang disebabkan oleh displasia otak umumnya merupakan epilepsi yang resisten terhadap obat, yang dapat menyebabkan disfungsi neuropsikiatri yang progresif, atau degenerasi, setelah kejang berlangsung lama.
Selain itu, ensefalopati, apa pun jenis epilepsinya, berbahaya dan harus ditangani sejak dini.