Pengujian distonia responsif-dopa umumnya melibatkan penggunaan sediaan dopa dosis kecil pada pasien untuk memantau efektivitas pengobatan mereka. Dopa-responsive dystonia adalah kelainan dominan kromosom dengan penurunan kadar dopamin, yang biasanya normal ketika tes darah, tes cairan serebrospinal, serta tes fungsi hati dan tes pencitraan dilakukan dan tidak dapat didiagnosis secara langsung melalui pengujian. Pasien dengan distonia responsif dopa diobati dengan sediaan dopamin dengan hasil yang signifikan dan meredakan gejala dengan baik, sehingga diagnosis penyakit ini biasanya dilakukan dengan mengamati efek pengobatan pasien melalui gejala klinis dan penggunaan sediaan dopa dosis kecil, serta dengan mengesampingkan penyakit lain bersamaan dengan beberapa tes umum. Jika dicurigai adanya distonia yang responsif terhadap dopa, pasien harus secara aktif bekerja sama dalam pemeriksaan dan pengobatan untuk diagnosis dini.