Arthritis adalah penyakit kronis yang umum. Menurut statistik, separuh dari semua orang yang berusia di atas 50 tahun di Tiongkok menderita artritis, dan 90% wanita dan 80% pria di atas usia 65 tahun menderita artritis. Jumlah total penderitanya diperkirakan lebih dari 100 juta, dan jumlahnya terus meningkat. Baru-baru ini, majalah Amerika Reader’s Digest telah merekomendasikan tujuh makanan sehari-hari dengan resep yang mudah diikuti yang mungkin ingin Anda coba, yang mungkin memiliki hasil bagus yang tak terduga. Diet untuk pasien artritis berikut ini tersedia untuk referensi: 1. Teh hijau: Teh astringen ringan ini sangat kaya akan polifenol teh DD antioksidan, dan penelitian telah menunjukkan bahwa teh hijau dapat efektif dalam meredakan artritis reumatoid. Dalam sebuah penelitian, para ilmuwan menginduksi tikus untuk mengembangkan radang sendi sebelum pengobatan, hasilnya menunjukkan bahwa teh hijau dapat mengurangi proporsi nyeri sendi hingga 50%. Jika Anda menyeduh teh hijau dalam waktu yang terlalu singkat, zat-zat yang bermanfaat tidak akan sepenuhnya larut; jika Anda menyeduhnya terlalu lama, teh akan mudah menjadi pahit. Oleh karena itu, yang terbaik adalah menyeduh 3D selama 5 menit dengan air mendidih. Beberapa ilmuwan juga menunjukkan bahwa teh celup mungkin lebih baik daripada teh biasa, karena daun teh digiling, lebih kondusif untuk pelarutan nutrisi. 2. Salmon: Ini adalah sumber lemak sehat yang paling penting dan kaya akan asam lemak omega D3. Ikan ini juga tidak teracuni oleh merkuri, seperti ikan lepas pantai lainnya. Selain itu, salmon kaya akan kalsium, vitamin D dan asam folat. Selain mengobati artritis, juga melindungi sistem kardiovaskular, mengurangi pembekuan darah, memperbaiki arteri yang rusak dan menurunkan tekanan darah. Apabila membeli salmon, pilihlah salmon yang dagingnya padat, elastis, mata cerah dan tidak ada noda. Untuk menghindari penambahan terlalu banyak kalori, yang terbaik adalah memasak salmon dengan metode rendah lemak, seperti memanggang, merebus, mengukus, dll. Anda juga dapat menambahkan peterseli dan thyme untuk penyedap rasa. 3. Keju: Semua jenis keju sangat kaya akan kalsium, yang memiliki efek perlindungan yang baik pada tulang, otot dan jaringan sendi. Keju juga merupakan sumber vitamin B6 dan asam folat. Mengiris keju keras ke dalam panci dan merebusnya dengan sayuran atau menggunakan keju lunak dalam salad adalah pilihan yang baik. 4. Produk kedelai: Produk kedelai seperti tahu dan tempe sering ditempatkan di posisi paling menonjol di lorong makanan kesehatan. Kacang kedelai kaya akan isoflavon kedelai, vitamin E dan kalsium, dan selain perlindungan kardiovaskularnya, kacang kedelai juga sebanding dengan susu dalam hal sifat penguatan tulangnya. Banyak orang Asia yang tidak toleran terhadap laktosa, membuat susu kedelai menjadi pengganti susu yang layak. 5. Paprika: Paprika hijau mengandung dua kali lipat kebutuhan harian vitamin C, sementara paprika merah dan kuning mengandung lebih banyak lagi. Mereka juga merupakan sumber vitamin B6 dan asam folat yang sangat baik, vitamin yang efektif dalam meredakan rasa sakit radang sendi. Paprika perlu dijauhkan dari oksigen dan pada suhu rendah. Buah-buahan ini dapat dicampur dengan buah-buahan lain dalam blender untuk membuat jus buah dan sayuran, atau dikombinasikan dengan sayuran lain untuk membuat salad yang lezat. 6. Pisang: buah terkaya dalam potasium, dan juga makanan yang dapat mengobati radang sendi. Pisang tidak hanya kaya akan vitamin B6, asam folat dan vitamin C, tetapi pisang juga mudah dicerna dan merupakan sumber utama serat makanan larut dalam makanan masyarakat. Pisang cenderung terlalu matang, jadi menyimpan pisang mentah dalam kantong tahan cahaya akan memperpanjang masa simpannya. Selain itu, pisang tidak boleh disimpan pada suhu yang terlalu rendah dan karenanya tidak cocok untuk lemari es. Pisang matang dapat dibuat menjadi minuman: ambil pisang, kiwi, beberapa dayung, tambahkan susu dan es dalam jumlah yang tepat, masukkan ke dalam blender selama beberapa menit dan Anda akan mendapatkan minuman bergizi dan rematik. 7. Udang: Udang adalah salah satu makanan akuatik yang paling populer dan salah satu sumber makanan utama vitamin D. 90 gram udang menyediakan 30% dari kebutuhan vitamin D harian Anda, yang lebih dari kandungan vitamin D segelas susu. Selain itu, udang mengandung asam lemak omega D3, vitamin C, zat besi dan vitamin B12. Udang rentan terhadap pembusukan, jadi selalu makan dalam keadaan segar. Jika Anda tidak bisa memakannya sekaligus, Anda harus membekukan udang segar di lemari es sesegera mungkin sehingga bisa disimpan hingga 6 bulan. Penelitian di Oklahoma State University di Amerika Serikat menunjukkan bahwa penderita artritis yang minum susu kedelai setiap hari selama 3 bulan mengalami penurunan rasa sakit yang signifikan, sebanding dengan obat penghilang rasa sakit. Kedelai kaya akan isoflavon kedelai, suatu fitohormon yang secara efektif menghambat peradangan sendi. Penelitian telah membuktikan bahwa efek yang sama dapat dicapai dengan mengonsumsi kacang hijau.