Gejala klinis ketegangan otot serviks meliputi: Pertama, nyeri dan bengkak pada leher: sensasi nyeri dan bengkak terutama disebabkan oleh akumulasi asam laktat yang berlebihan pada otot, yang merangsang saraf. Kedua, gerakan serviks yang terbatas: ketika ketegangan terjadi pada otot leher, akan terjadi ketegangan otot yang signifikan, kejang dan kekakuan, yang akan membatasi rentang pergerakan tulang belakang leher, sehingga aktivitas fleksi dan ekstensi serta aktivitas rotasi menjadi terbatas. Ketiga, suplai darah yang tidak memadai ke otak: cedera regangan pada otot leher akan menyebabkan perubahan kelengkungan fisiologis tulang belakang leher, yang dengan mudah akan menyebabkan pelurusan kelengkungan tulang belakang leher dan suplai darah yang tidak memadai ke arteri vertebralis, sehingga mengakibatkan gejala klinis seperti pusing, mual, sesak di dada, panik, dan hilang ingatan. Oleh karena itu, penting untuk mendiagnosis dan mengobati ketegangan pada otot leher sedini mungkin untuk mencapai kelegaan gejala klinis yang signifikan dan mencegah konsekuensi buruk yang serius seperti insufisiensi serebral. Pasien harus memperkuat otot leher mereka untuk meningkatkan stabilitas tulang belakang leher dan menghindari ketegangan yang berlebihan pada otot leher.