Tes fungsi hati memerlukan pengambilan sampel darah. Tes fungsi hati adalah untuk mendeteksi berbagai indikator yang berkaitan dengan fungsi dan metabolisme hati melalui metode tes biokimia, yang dapat mencerminkan kondisi dasar fungsi hati dan membantu diagnosis penyakit yang berkaitan dengan sistem hepatobilier. Indikator utama tes fungsi hati adalah alanine aminotransferase, aliquot aminotransferase, bilirubin total, bilirubin langsung, bilirubin tidak langsung, dan sebagainya. Tes fungsi hati memerlukan pengambilan darah, biasanya dari pembuluh darah vena, dan kondisi puasa selama 8 hingga 12 jam sebelum darah diambil, yang akan memengaruhi keakuratan hasil tes jika waktu puasa yang cukup tidak dipertahankan. Dianjurkan untuk pergi ke rumah sakit ketika nilai tes fungsi hati yang abnormal terjadi.