Signifikansi klinis dari 100+ protein c-reaktif ultrasensitif

Protein C-reaktif ultrasensitif 100mg / L umum terjadi pada berbagai kondisi peradangan purulen dalam tubuh, seperti radang usus buntu purulen, radang amandel purulen, dan infeksi saluran kemih atau pneumonia lobar. Protein C-reaktif ultrasensitif 100mg/L juga terlihat pada artritis reumatoid, terutama pada fase aktif akut demam rematik. Penting juga untuk dicatat bahwa nekrosis jaringan dapat menyebabkan peningkatan protein C-reaktif yang nyata, misalnya pada trauma berat, pada kasus luka bakar yang luas atau pada kasus infark miokard. Pada kasus tumor ganas, seperti kanker hati, paru-paru, lambung dan usus, protein C-reaktif yang sangat tinggi juga dapat terjadi, sehingga masalahnya harus dianalisis berdasarkan kasus per kasus.