Kesehatan mental (psikologis) sama pentingnya dengan kesehatan fisik dan dapat dikatakan bahwa tidak ada kesehatan tanpa kesehatan mental. Definisi kesehatan mental bervariasi dan dapat dipahami sebagai keadaan berhasil menjalankan fungsi mental yang menghasilkan aktivitas konstruktif, mempertahankan hubungan interpersonal yang baik dan menyesuaikan diri dengan lingkungan. Kesehatan mental merupakan bagian integral dari kesejahteraan pribadi, kesuksesan karier, kebahagiaan keluarga, interaksi interpersonal yang baik, dan hubungan sosial yang sehat. Gangguan mental (psikologis) adalah kategori diagnostik masalah kejiwaan yang ditandai dengan perubahan kognisi, suasana hati, dan perilaku yang dapat disertai dengan pengalaman yang menyedihkan dan/atau gangguan fungsi. Perubahan kognitif, emosional dan perilaku ini membuat pasien tertekan, mengalami gangguan fungsi atau meningkatkan risiko kematian, kecacatan, dll. Inti dari gangguan jiwa adalah gangguan psikotik dengan hilangnya uji realitas dan delusi halusinasi yang ditandai, di pinggirannya adalah gangguan neurotik seperti kecemasan, fobia, obsesi, dll., dan di pinggirannya dapat berupa masalah kepribadian dan penyesuaian diri. Di Amerika Serikat, 1 dari 10 orang akan dirawat di rumah sakit jiwa pada suatu saat dalam hidup mereka, dan sekitar 1/3 hingga 1/4 dari populasi akan mencari bantuan profesional untuk masalah kesehatan mental. Saat ini ada sekitar 16 juta orang dengan gangguan psikotik dan 30 juta orang dengan depresi di Cina, dan tingkat identifikasi dan pengobatan yang rendah adalah salah satu tantangan besar bagi kesehatan mental di negara ini. Perlu dicatat bahwa kesehatan mental dan gangguan mental bukanlah kutub yang berlawanan, melainkan sebuah spektrum perpindahan.