Bagaimana Anda memahami ADHD?

Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun yang datang ke klinik dengan masalah kurangnya perhatian di kelas karena kenakalan dan hiperaktifnya. Dia sangat aktif dan cerdas sejak kecil dan mulai bersekolah pada usia 5 tahun. Sejak ia mulai sekolah, ia kurang perhatian di kelas, perhatiannya teralihkan dan jarang sekali berada di kelas lebih dari 10 menit, ia banyak melakukan gerakan-gerakan kecil, bermain dengan pensil dan buku pelajaran, berbicara dengan pelan kepada teman sekelasnya, mengganggu ketertiban kelas, mengerjakan PR, menulis di buku ini, menggambar di buku itu, atau mencorat-coret ke arah timur dan barat, serta tidak dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan baik. Dia sangat aktif sepulang sekolah, mengejar dan berkelahi dengan teman sekelasnya, sering tidak takut akan bahaya dan tidak tahu apa yang penting, sehingga dia sering terjatuh dan berkelahi dengan teman sekelasnya. Dia impulsif dan memiliki kecenderungan untuk kehilangan kesabaran. Dia sangat suka menonton film TV seni bela diri dan meniru perilaku “pahlawan”, yang sering menyebabkan masalah, dan telah nakal dan aktif sejak kecil, menghancurkan mainan dan barang-barang rumah tangga lainnya. Kondisi di atas semakin memburuk seiring bertambahnya usia. Anak ini lahir cukup bulan sebagai anak pertama, dengan tali pusar yang melilit lehernya dan kulitnya memar saat lahir. Dia disusui selama 1 tahun, mulai masuk taman kanak-kanak pada usia 3 tahun dan mulai masuk sekolah pada usia 5 tahun. Pertumbuhan dan gizinya normal saat ia masih kecil, dan ia dapat berjalan dan berbicara pada usia 1 tahun. Dia keras kepala dan berkemauan keras. Keluarga ini berkecukupan secara finansial dan banyak dimarahi oleh orang tua karena kenakalannya. Tidak ada riwayat penyakit berat pada usia dini. Tidak ada anggota keluarga lain yang terlihat dalam situasi yang sama dan tidak ada masalah psikologis lainnya. Pemeriksaan fisik: Anak tumbuh dengan baik, bergizi baik, canggung dengan gerakan jari, tetapi pemeriksaan fisik dan neurologis umum lainnya tidak menunjukkan adanya kelainan. Status mental: kesadaran jernih, orientasi lengkap, berpakaian rapi, kontak pasif yang baik, tampak lalai, bereaksi segera terhadap suara bising di luar ruang konsultasi dan bertanya kepada orang tua tentang suara bising di luar. Secara emosional tidak stabil dan mudah gelisah, ia akan membuat keributan dan bergegas keluar dari ruang konsultasi ketika ibunya mengeluh tentang ketidaksetujuan sekecil apa pun dengan riwayat medisnya. Dia sadar diri dan ingin dokter membantunya sembuh sehingga dia bisa belajar dengan giat dan masuk ke sekolah menengah. Buku kerjanya mencerminkan banyak kesalahan yang ceroboh dan tidak rapi. Dia hiperaktif di ruang konsultasi, mengobrak-abrik barang-barang di atas meja ruang konsultasi dan menggoda serta berkelahi dengan anak-anak lain yang sedang menunggu untuk diperiksa. Diagnosis: ADHD.