Jika pendarahan vagina pasien hilang dalam waktu 7-10 hari setelah aborsi dan kemudian tiba-tiba berdarah lagi dua minggu kemudian, ada dua alasan utama: Pertama, pendarahan ovulasi. Ketika pasien melakukan aborsi, kadar hormon menurun ketika kapsul kehamilan dan mekonium dikeluarkan dari rahim pasien, yang setara dengan penurunan kadar hormon sebelum pasien mengalami menstruasi. Setelah pasien melakukan aborsi, kadar hormon akan masuk ke dalam siklus yang baru, sehingga dua minggu setelah aborsi setara dengan memasuki masa ovulasi. Dalam kasus perdarahan ovulasi, perdarahan biasanya kecil dan akan hilang dalam 3-5 hari tanpa memerlukan pemeriksaan dan pengobatan khusus. Kedua, pertimbangkan perdarahan yang berhubungan dengan prosedur aborsi, misalnya, pasien mengalami infeksi rahim, residu rahim atau peremajaan rahim yang buruk, sehingga pasien akan mengalami perdarahan. USG ginekologi, pemeriksaan ginekologi internal, tes darah rutin dan tes lain yang relevan diperlukan untuk memperjelas diagnosis dan mengobati gejalanya.