Dapatkah herpes zoster berkembang menjadi neuralgia pasca herpes

  Kemampuan herpes zoster untuk berkembang menjadi neuralgia postherpetik merupakan perhatian utama bagi para dokter. Saraf simpatis terlibat secara luas dalam pengembangan dan pemeliharaan nyeri, dan suhu kulit di daerah yang nyeri dapat meningkat atau menurun, yang mewakili tingkat keterlibatan simpatis versus parasimpatis.  Hubungan antara perbedaan suhu kulit dan rasa sakit pada pasien dengan herpes zoster akut yang diukur dengan termografi inframerah selama periode 6 bulan Latar Belakang: Perubahan suhu kulit mengikuti distribusi regional herpes zoster akut, dan termografi inframerah adalah alat diagnostik bebas sinar pengion yang non-invasif yang mampu memberikan informasi tentang fungsi saraf simpatis dan sensorik normal dan abnormal. Penelitian ini adalah tentang kelayakan termografi inframerah untuk memprediksi perkembangan herpes zoster akut menjadi postherpetic neuralgia (PHN).  Metode: Pada 110 pasien yang didiagnosis dengan herpes zoster akut, termografi inframerah digunakan untuk menentukan suhu sisi yang terkena dan perbedaan suhu antara sisi yang sehat dan yang terkena. Perbedaan suhu >0,6°C pada wajah dan batang tubuh dianggap abnormal.  Hasil: 35 pasien mengalami peningkatan suhu dibandingkan dengan sisi yang sehat, sementara 35 mengalami penurunan suhu. Usia pasien dan durasi penyakit mempengaruhi hasil pengobatan dan dikaitkan dengan perkembangan PHN. Namun, perbedaan suhu antara sisi yang sehat dan yang terkena tidak berkorelasi secara signifikan dengan tingkat keparahan nyeri, durasi penyakit, hipersensitivitas nosiseptif atau perkembangan PHN, p>0,05. KESIMPULAN: Usia pasien dan durasi penyakit adalah prediktor terpenting dari perkembangan herpes zoster akut menjadi PHN, terlepas dari perubahan suhu yang berbeda. Teknik termografi inframerah tidak digunakan untuk memprediksi apakah herpes zoster akan berkembang menjadi PHN.