Mengapa wanita hamil memiliki hormon tiroid yang tinggi

Hormon tiroid yang tinggi selama kehamilan dapat dikaitkan dengan kadar human chorionic gonadotropin (hCG) serum yang meningkat secara nyata, yaitu hipertiroidisme transien pada kehamilan. Hipertiroidisme transien pada kehamilan terutama terjadi pada tahap awal kehamilan, di mana kadar human chorionic gonadotropin (hCG) serum wanita hamil meningkat secara signifikan. Karena hCG memiliki subunit α yang sama dengan TSH, maka hCG dapat menstimulasi reseptor TSH di permukaan kelenjar tiroid, yang mengakibatkan peningkatan hormon tiroid (FT4, FT3) dan penurunan TSH. Pasien dengan hipertiroidisme transien pada kehamilan umumnya muncul dengan gejala gastrointestinal seperti mual dan muntah yang parah, sedangkan hipertiroidisme yang relatif ringan biasanya tidak memerlukan pengobatan obat antitiroid (ATD), hanya pengobatan suportif simtomatik (koreksi dehidrasi dan gangguan elektrolit, dll.) yang dapat diberikan. Seiring dengan bertambahnya usia kehamilan, kadar hCG dalam tubuh akan berangsur-angsur turun, dan fungsi tiroid dapat kembali normal dengan sendirinya. Wanita hamil dengan kadar hormon tiroid yang tinggi mungkin juga memiliki kombinasi penyakit Graves, dan dianjurkan untuk segera memeriksakan diri ke dokter dan dirawat di bawah pengawasan dokter.