Hari Tidur Sedunia telah tiba, tahukah Anda tentang tidur?

1. Apa yang dimaksud dengan tidur normal? Tidur normal rata-rata 6-9 jam per malam, dan 6-9 jam ini dibagi menjadi 4-6 siklus tidur, setiap siklus berlangsung rata-rata 90 menit, dan terdiri dari empat fase tidur rapid eye movement (REM) dan tidur non-REM yang terjadi secara berurutan, di mana fase 1 dan 2 dari empat fase tersebut merupakan proses tidur ringan, dan fase 3 dan 4 merupakan kondisi tidur nyenyak. Ketika orang yang tidur terbangun pada titik mana pun dalam siklus tidur dan melanjutkan tidurnya, ia tidak kembali ke fase tidur yang membangunkannya, tetapi mulai dari fase awal. Oleh karena itu, tidur yang berkualitas selain memastikan waktu yang cukup, tetapi juga untuk memastikan kualitas yang tinggi. 2, peran tidur Tidur yang cukup untuk pemeliharaan kesehatan fisik, untuk menjaga suasana hati yang bahagia, meningkatkan efisiensi kerja dan belajar memiliki peran yang jelas dan penting. Salah satu karakteristik tidur gerakan mata cepat adalah bermimpi, yang dapat mengurangi dan meringankan tekanan mental dan meningkatkan pemulihan energi. Selama tidur tanpa gerakan mata cepat tahap 4, otak mengeluarkan sejumlah besar hormon pertumbuhan, yang sangat penting untuk pertumbuhan jaringan tulang rawan dan jaringan otot. Ini meningkatkan sintesis protein, mengurangi pemecahan protein dan pembentukan koneksi sinaptik baru, yang kondusif untuk pematangan sistem saraf pada anak kecil, meningkatkan aktivitas belajar dan memori serta pemulihan energi. Ini juga dapat mempercepat penyembuhan jaringan yang rusak dan memiliki fungsi untuk meningkatkan pemulihan kekuatan fisik dan energi. 3, kinerja gangguan tidur non-organik Gangguan tidur non-organik dibagi menjadi beberapa kategori berikut: insomnia non-organik (pemendekan total waktu tidur, kesulitan tidur, tidur dangkal, mudah bangun, bangun pagi, dan bermimpi); narkolepsi non-organik (kantuk jangka pendek yang tidak terkendali); gangguan ritme tidur-bangun non-organik; berjalan dalam tidur (pengembara malam hari); teror tidur (teror malam hari); dan mimpi buruk (mimpi buruk). 4, bahaya gangguan tidur non-organik (1) dapat menyebabkan ketidaknyamanan fisik: energi yang buruk di siang hari, konsentrasi yang buruk, pusing, sakit kepala, suasana hati yang buruk, nafsu makan yang buruk, kehilangan ingatan, dan sebagainya. (2) Dapat menyebabkan penyakit somatik: seperti jatuh, penyakit jantung koroner, hipertensi, penyakit kardiovaskular, asma, tukak lambung, demensia dan sebagainya. (3) Dapat menyebabkan penyakit psikologis atau bahkan penyakit mental yang serius: depresi, kecemasan, neurosis, gangguan bipolar, skizofrenia, dll.; (4) Memperparah penyakit yang sudah ada sebelumnya: seperti tumor otak, efek samping stroke, sindrom kaki gelisah, penyakit mental, dll.; 5. Bagaimana cara mencegah gangguan tidur non-organik? (1) Tidur secara teratur, menjaga kondisi rileks saat tertidur, tidur dan bangun pada waktu yang tetap setiap hari, dan tidak tidur di siang hari; (2) semakin gelap kamar tidur, semakin baik, dengan suhu yang sesuai, tidak menonton TV saat tidur, dan tidak memasang jam weker; (3) tidak melakukan olahraga berat dalam waktu 4 jam sebelum tidur, tidak melakukan aktivitas yang merangsang sebelum tidur yang dapat dengan mudah menimbulkan kegembiraan, tidak menonton film dan drama televisi serta novel yang menegangkan, perut tidak kenyang sebelum tidur, dan hindari zat-zat yang merangsang seperti tembakau, alkohol, teh, dan kopi; (4) bagaimana cara mencegah gangguan tidur non organik? (4) makan malam tidak boleh terlalu kenyang, 2 jam sebelum tidur tanpa makan makanan yang tidak dapat dicerna; (5) obat tidur dapat menyebabkan peningkatan kompensasi dalam tidur heterofasik, yang mengakibatkan seringnya mimpi buruk, jadi jangan minum obat penenang-hipnotis. (6) Jika kualitas tidur buruk selama lebih dari 3 hari per minggu dan 4 minggu berturut-turut, Anda harus pergi ke rumah sakit biasa untuk menemui bagian insomnia.