Meskipun infark serebral lakunar tidak terlalu parah setelah serangan akut dan memiliki prognosis jangka pendek yang baik, tingkat kematian jangka panjang pasien hampir tidak dapat dibedakan dari jenis infark serebral lainnya. Hasil penelitian tentang epidemiologi infark serebral lakunar di Tiongkok, yang dilakukan oleh para peneliti dari Capital Medical University dan Peking University School of Public Health, termasuk Fang Fang Hua, Li Liming dan Ji Xunming, telah menjungkirbalikkan persepsi bahwa infark serebral lakunar memiliki prognosis yang baik. Sebuah makalah tentang penelitian ini baru-baru ini diterbitkan dalam jurnal internasional bergengsi European Journal of Neurology. Ji Xunming, Departemen Bedah Saraf, Rumah Sakit Xuanwu, Capital Medical University Infark serebral lakunar adalah lesi pada arteri kecil yang menembus jauh di dalam otak yang akhirnya membentuk trombus atau mikroemboli yang menyebabkan oklusi pembuluh darah dan terbentuknya lesi pelunakan lakunar, biasanya berdiameter 2 mm hingga 15 mm, dengan maksimum tidak lebih dari 20 mm, yang sering disebabkan oleh hipertensi dan diabetes. Menurut Fang Hua, mereka melakukan penelitian yang komprehensif dan sistematis terhadap gejala infark serebral lacunar di Tiongkok utara selama enam tahun dengan menggunakan metode penelitian epidemiologi yang diakui secara internasional untuk infark serebral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian infark serebral lakunar di wilayah utara Cina adalah 78/100.000, dan tingkat kejadiannya adalah 35/100.000 bila dinormalisasi ke populasi dunia, dan proporsi infark serebral lakunar pada semua infark serebral dan infark iskemik di Cina adalah 27,6% dan 36,9%. Semua angka ini jauh lebih tinggi daripada di negara-negara Barat dan pada populasi kulit hitam di mana insiden infark serebral tinggi. Hipertensi, diabetes dan hiperlipidemia berkaitan erat dengan perkembangan penyakit ini. Pakar klinis Profesor Ji Xunming mengatakan bahwa infark serebral lacunar memiliki presentasi yang lebih ringan setelah serangan akut dan prognosis jangka pendek yang baik, membuat pasien, keluarga dan bahkan beberapa staf medis tidak terlalu menganggap infark serebral lacunar sebagai sesuatu yang serius. Jika gejala pasien tidak terkontrol secara efektif, infark serebral masif dapat terjadi, yang dapat diperumit oleh penurunan kognitif progresif dan demensia vaskular lainnya. Menurut Profesor Li Liming, seorang ahli kesehatan masyarakat terkemuka, telah terjadi peningkatan jumlah pasien dengan infark serebral lakunar dalam beberapa tahun terakhir. Temuan baru mengenai karakteristik infark serebral lakunar telah memberikan pencerahan baru pada pencegahan dan pengobatan infark serebral. (Berita Kesehatan)