Ligasi pada pria umumnya tidak memengaruhi fungsi seksual. Operasi ligasi pada pria hanya memotong vas deferens untuk mencegah sperma disalurkan dari testis ke penis, sehingga memberikan efek kontrasepsi. Oleh karena itu, ligasi pada umumnya tidak berdampak negatif pada fungsi ejakulasi normal pria. Jika terdapat kelainan pada fungsi seksual setelah operasi ligasi, seperti ejakulasi dini dan impotensi, hal ini mungkin disebabkan oleh faktor psikologis. Sebagai contoh, beberapa pria mungkin memiliki keraguan diri setelah ligasi dan menjadi terlalu gugup saat berhubungan intim, yang dapat menyebabkan penurunan fungsi seksual. Jika fungsi seksual seorang pria tidak normal dalam waktu yang lama, ia harus mempertimbangkan apakah ia menderita prostatitis, varikokel, vesikulitis seminalis, dan penyakit lainnya. Anda dapat pergi ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan rutin cairan prostat, USG prostat, dan pemeriksaan lainnya untuk mengetahui penyebab penyakit ini. Pria disarankan untuk merawat area luka dengan baik setelah operasi ligasi dan pergi ke rumah sakit untuk pemeriksaan rutin. Jika terdapat kelainan pada fungsi seksual setelah operasi, Anda dapat pergi ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan yang relevan untuk menentukan apakah ada kombinasi penyakit lain.