Biasanya detak jantung dalam 60-100 detak per menit dianggap normal. Jika pasien mengalami detak jantung yang dipercepat, ada beberapa faktor sebagai berikut: 1. Detak jantung yang dipercepat sesekali dapat terjadi ketika mengonsumsi makanan yang merangsang, seperti teh atau kopi kental saat perut kosong, atau ketika minum terlalu banyak alkohol. 2. Detak jantung yang dipercepat sesekali dapat terjadi ketika ada ketegangan mental yang berlebihan, seperti eksitasi simpatik yang berlebihan, atau kondisi mental yang relatif buruk, seperti ketegangan yang berlebihan, kecemasan yang berlebihan, atau kegembiraan yang berlebihan. 3. Detak jantung yang cepat sesekali dapat terjadi ketika ada penyakit jantung yang substansial, seperti penyakit jantung koroner aterosklerotik, aritmia, dan penyakit jantung yang tidak stabil, Detak jantung yang cepat sesekali dapat terjadi pada kasus penyakit jantung yang substansial, seperti penyakit jantung aterosklerotik koroner, aritmia, angina tidak stabil, miokarditis akut, dll. Detak jantung yang cepat sesekali juga dapat terjadi pada kasus iskemia dan perubahan hipoksia pada jantung. 4. Detak jantung yang cepat sesekali juga dapat terjadi pada kasus penyakit metabolik endokrin, seperti hipertiroidisme.