Skor PS (skor status fisik) diperlukan sebelum melakukan kemoterapi untuk kanker paru. Sebelum melakukan kemoterapi untuk kanker paru, pertama-tama, perlu diklarifikasi apakah kemoterapi cocok untuk pasien. Umumnya, skor PS kurang dari 2, tidak ada disfungsi hati dan ginjal yang jelas, kemoterapi tambahan pasca operasi umumnya membutuhkan 4 siklus, dan kemoterapi untuk pasien non-bedah perlu dipertahankan untuk waktu yang lama sesuai dengan kondisi pasien. Oleh karena itu, untuk mencegah obat kemoterapi menstimulasi kerusakan pembuluh darah perifer atau risiko kebocoran obat kemoterapi, diperlukan penilaian PS sebelum kemoterapi. Skor PS adalah penilaian kekuatan fisik, dan koefisien penilaian adalah 0, 1, 2, 3, dan 4, yang dibagi menjadi 5 kelas, dan kemoterapi hanya dapat diberikan kepada pasien kelas 0 dan kelas 1 dengan fungsi hati dan ginjal yang normal serta tidak ada kelainan pada rutinitas darah. Pasien kanker paru stadium awal memerlukan pembedahan ditambah dengan kemoterapi tambahan, dan pasien stadium menengah dan akhir hanya dapat melakukan kemoterapi, atau terapi target atau imunoterapi. Untuk pengobatan pasien kanker paru, perlu dilakukan penilaian yang komprehensif berdasarkan situasi spesifik pasien, jenis patologis dan stadium klinis, serta merumuskan rencana pengobatan individual di bawah bimbingan dokter.