Penyebab dan pengobatan akalasia

  Akalasia, juga dikenal sebagai nyeri tumit dan nyeri tumit, dapat dilihat pada berbagai kondisi kronis. Penyebab umum termasuk peradangan atau atrofi bantalan lemak tumit, tendinitis metatarsal, radang kandung lendir tumit dan hipertensi tumit. Karena penuaan tubuh, degenerasi dan pengapuran kelenjar tumit juga dapat menyebabkan peradangan bantalan lemak dan bursitis yang membentuk nyeri tumit. Nyeri tumit disebabkan oleh peradangan aseptik kronis pada bantalan tumit akibat kompresi jangka panjang atau rangsangan dingin pada tumit, yang bermanifestasi sebagai pembengkakan bantalan tumit dengan nyeri tekanan yang mendasarinya; ada juga nyeri tekanan yang dalam ketika peradangan mempengaruhi periosteum atau bursa tulang tumit. Nyeri tumit umum terjadi pada orang paruh baya dan lanjut usia, tetapi telah dilaporkan dalam literatur terjadi pada orang berusia 8 hingga 80 tahun, dan lebih umum terjadi pada wanita dan orang gemuk.  Manifestasi dan tanda klinis Akalasia kebanyakan berkembang pada satu sisi, tetapi juga pada kedua sisi. Pasien cenderung berusia paruh baya atau lebih tua. Gejala yang paling jelas adalah rasa nyeri di pagi hari ketika bangun dari tempat tidur, yang dikenal sebagai “onset pain”, yang merupakan gejala khas achalasia. Rasa nyeri dapat berkurang sampai batas tertentu setelah periode aktivitas. Nyeri nokturnal tidak ada, dan jika ada, harus dibedakan dari tumor, tuberkulosis atau lesi lainnya. Durasi achalasia bervariasi, dengan beberapa pasien pulih secara spontan, tetapi yang lain mungkin mengalami perjalanan kronis. Rontgen lateral tumit menunjukkan “taji tulang”, tetapi tidak selalu pada sisi yang menyakitkan. Pentingnya radiografi bukan untuk menentukan ada atau tidaknya “bone spur”, tetapi untuk mengidentifikasi lesi lainnya. Dalam kebanyakan kasus, diagnosis akalasia dibuat berdasarkan gejala klinis.  Nyeri tumit bukanlah kondisi yang serius, tetapi dapat berdampak signifikan pada kehidupan pasien karena berada di kaki dan orang tersebut tidak dapat berjalan tanpanya. Jika Anda mengalami nyeri tumit, Anda harus memperhatikan hal-hal berikut ini: 1. Berjalanlah sesedikit mungkin untuk menghindari memperparah kondisi dengan merangsang lesi.  2.Hati-hati dengan pemijatan dan pijatan, terutama menggunakan benda keras seperti tanduk sapi dan tongkat kayu untuk merangsang di bagian yang sakit, yang tidak akan membuat kondisinya lebih baik tetapi juga akan menyebabkan konsekuensi sebaliknya.  3.Saat memakai sepatu, sebaiknya pilih sepatu yang lebar dan lembut, seperti sepatu travel dengan tekstur yang bagus, dan lebih baik tidak memakai sepatu kulit.  4. Merendam kaki dalam air panas selama 20-30 menit setiap hari sebelum tidur akan membantu mengontrol kondisi atau pemulihan.