Berapa lama Anda dapat hidup dengan hiperhomosisteinemia?

Hiperhomosisteinemia biasanya tidak memengaruhi harapan hidup pasien, jadi tidak perlu terlalu khawatir. Hiperhomosisteinemia didefinisikan sebagai suatu kondisi di mana kadar homosistein dalam serum darah melebihi 15 umol/L. Penelitian saat ini menegaskan bahwa hiperhomosisteinemia rentan terhadap hipertensi, penyakit jantung koroner, dan khususnya aterosklerosis. Oleh karena itu, penyakit ini dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular dan serebrovaskular, yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner, hipertensi, pendarahan otak, infark serebral, dan juga dapat menyebabkan penyakit Alzheimer. Penyakit ini biasanya tidak mempengaruhi harapan hidup pasien, tetapi harus diobati secara aktif untuk menghindari komplikasi di atas. Vitamin B6, vitamin B12 dan asam folat dapat ditambahkan dengan tepat, sambil membatasi asupan metionin, dan mengurangi asupan protein hewani dalam makanan untuk mengurangi kadar homosistein dalam plasma. Pasien disarankan untuk mengonsumsi lebih banyak makanan yang kaya asam folat, seperti wortel, kacang-kacangan, buncis, biji-bijian kasar, sayuran hijau, dll., memperhatikan diet ringan, minum lebih banyak air dan berolahraga.