Apa etiologi pertumbuhan kulit invasif?

Pertumbuhan invasif pada kulit adalah salah satu gejala melanoma difus superfisial in situ, yang juga dikenal sebagai nevus ganas mirip Paget in situ. Ketika pertumbuhan invasif terjadi, pertumbuhannya jauh lebih cepat daripada nevus ganas mirip bintik, dan sering kali infiltrasi, nodul, ulserasi, atau perdarahan terjadi dalam 1 hingga 2 tahun, yaitu berkembang menjadi pertumbuhan invasif kulit, yang memiliki prognosis yang lebih buruk. Clark (1969), setelah mempelajari hubungan antara kedalaman invasi dan prognosis nevus, mengklasifikasikan nevus ke dalam 5 kelas sesuai dengan kedalaman invasi. Semakin tinggi tingkatannya, semakin buruk prognosisnya. Tingkat I: sel tumor terbatas pada epidermis di atas membran basal. Tingkat II: sel tumor menerobos membran basal dan menyerang lapisan papiler dermis. Tingkat III: sel tumor memenuhi lapisan papiler dermis dan selanjutnya menyerang ke bawah, tetapi tidak sampai ke lapisan retikuler dermis. Tingkat IV: sel tumor telah menginvasi lapisan retikuler dermis. Tingkat V: sel tumor telah melewati lapisan retikuler dermis dan menginvasi lapisan lemak subkutan. Pertumbuhan invasif pada kulit harus diperiksa sejak dini, faktor risiko dinilai, dan tindak lanjut serta pemeriksaan diri secara teratur dilakukan.