Biasanya, infeksi HPV (human papillomavirus) sederhana tidak menyebabkan cairan di dalam rahim. Jika virus terus berlanjut, virus ini dapat menyebabkan lesi serviks, yang dapat menyebabkan servisitis, kanker serviks, dan kemungkinan cairan panggul.
Setelah terinfeksi HPV, sebagian besar wanita tidak memiliki gejala apa pun dan hanya dapat dideteksi selama pemeriksaan ginekologi. Beberapa wanita bahkan mungkin mengalami infeksi seumur hidup tanpa gejala klinis. Beberapa wanita juga dapat mengalami lesi serviks, seperti servisitis, atau bahkan kanker serviks, yang pada gilirannya dapat memperumit efusi pelvis.
Selain itu, cairan panggul juga dapat dikaitkan dengan faktor lain seperti aliran balik menstruasi, konstipasi, penyakit radang panggul, dan endometriosis.
Bagi pasien yang mengalami cairan panggul setelah terinfeksi HPV, mereka harus memeriksakan diri sesegera mungkin.