Apa itu ketulian yang berkaitan dengan usia?

  Ketulian yang berkaitan dengan usia mengacu pada ketulian yang disebabkan oleh perubahan degeneratif dalam sistem pendengaran yang terjadi seiring dengan penuaan (biasanya di atas usia 60 tahun). Setelah usia 40 tahun, berbagai organ tubuh mengalami degenerasi penuaan, terutama pada indera, dengan ketulian dan penglihatan kabur menjadi yang paling menonjol. Tingkat penuaan dapat bervariasi dari orang ke orang, dengan beberapa orang menunjukkan ketulian yang parah pada usia 50 tahun dan yang lainnya memiliki pendengaran yang baik pada usia 80 tahun atau lebih. Ketulian pada usia lanjut bersifat fisiologis dan patologis, dan dipengaruhi oleh berbagai faktor dalam organisme intrinsik dan lingkungan eksternal.  Manifestasi klinis I. Tuli dengan membran timpani normal, tuli sensorineural simetris progresif di kedua telinga setelah usia paruh baya, dimulai dengan penurunan 3000Hz dan secara bertahap menyebar ke frekuensi menengah 4000-6000Hz, atau hilangnya suara frekuensi tinggi secara tiba-tiba karena pecahnya membran basilar. Lebih mudah memahami suara pria daripada bahasa wanita dan anak-anak dalam percakapan umum.  Kedua, tinnitus memiliki tinnitus persisten bernada tinggi.  Ketiga, sering terjadi fenomena gema ketika suara keras, dan tidak terdengar ketika suara rendah.  Pengobatan Tidak ada metode pengobatan yang jelas dan efektif. Pada tahap awal, kita harus memperhatikan perawatan kesehatan fisik, menghindari paparan kebisingan dalam jangka panjang, makan lebih sedikit diet berlemak jenuh, mencegah penyakit kardiovaskular terkait usia, dan mengonsumsi obat penurun kolesterol, vasodilator, dan vitamin A, vitamin D, dan vitamin E dalam jumlah besar. Sayangnya, orang-orang tuli ini lebih tuli, kurang reseptif terhadap amplifikasi suara, dan memiliki tingkat pengenalan yang buruk, sehingga sulit untuk mendapatkan alat bantu dengar yang tepat.