Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Oksigen Hiperbarik

  1. Apa itu oksigen hiperbarik?  Menghirup oksigen murni pada lebih dari satu atmosfer disebut terapi oksigen hiperbarik, dan ini dapat memberikan efek khusus pada banyak penyakit.  2.Apa perbedaan antara oksigen normobarik dan oksigen hiperbarik?  Asupan oksigen normal berada pada tekanan atmosfer dan oksigen yang dihirup bukanlah oksigen murni, konsentrasi dan tekanan oksigen tidak sebaik oksigen hiperbarik. Oksigen hiperbarik telah berubah secara kualitatif dari oksigen atmosfer menjadi sesuatu yang lain dan keduanya tidak boleh disamakan. Banyak efek terapeutik oksigen hiperbarik yang unik dan tidak dapat digantikan oleh oksigen normobarik, dan untuk penyakit spesifik tertentu seperti emboli gas, gangren gas, penyakit dekompresi dan keracunan karbon monoksida, efek terapeutik oksigen hiperbarik tidak mungkin dicapai dengan oksigen normobarik dan obat-obatan.  3. Apakah terapi oksigen hiperbarik merupakan pengobatan umum?  Lebih dari 2.000 rumah sakit di seluruh negeri memiliki ruang oksigen hiperbarik, dan semua rumah sakit di tingkat kabupaten dan di atasnya dapat melakukan terapi oksigen hiperbarik.  4 .Apakah ada ketidaknyamanan dengan terapi oksigen hiperbarik?  Terapi oksigen hiperbarik bisa jadi tidak nyaman, seperti mendarat di pesawat, dengan telinga berdenging dan berdengung. Pasien dapat melakukan beberapa cubitan hidung, mengembuskan napas atau menelan untuk mengurangi tekanan pada gendang telinga dan itu akan berkurang.  5 . Penyakit apa yang efektif untuk terapi oksigen hiperbarik?  Keracunan karbon monoksida akut dan ensefalopati tertunda; keracunan gas beracun lainnya (hidrogen sulfida, fosgen, karbondioksida, amonia, klorin, metana, metana, gas minyak bumi cair, dll.); keracunan oleh hidrida, nitrit, benzena, anilin, bensin, dll., keracunan obat akut; penyakit dekompresi; emboli gas akut; gangren gas, tetanus, dan infeksi bakteri aerobik atau campuran aerobik dan anaerobik lainnya; kranio-serebral, sumsum tulang belakang, dan cedera saraf perifer; pemulihan fungsi otak setelah resusitasi kardiopulmoner (resusitasi otak); asfiksia (asap, tenggelam, penyempitan leher, sengatan listrik, kecelakaan anestesi, dsb.); anastomosis pasca-arteri, suplai darah yang buruk ke ujung yang terputus; pertumbuhan yang buruk pada anggota tubuh yang terputus atau flap setelah amputasi atau implantasi; tuli mendadak, penyakit periodontal kronis; vaskulitis trombo-oklusif, aterosklerosis oklusif, kaki diabetik; infeksi intraserebral (meningitis, ensefalitis, abses otak); infeksi wajah neuritis, migrain, epilepsi sekunder akibat cedera otak traumatis; reaksi neurologis setelah cedera otak traumatis; penyakit serebrovaskular iskemik; penyembuhan yang tertunda atau tidak sembuhnya patah tulang; osteonekrosis radiologis; osteomielitis kronis; sindrom ekstrusi; sindrom interval fasia; berbagai trauma, luka bakar, radang dingin, sengatan listrik; ulkus kronis yang sulit sembuh, luka yang sulit sembuh, luka baring.  6.Berapa banyak rangkaian terapi oksigen hiperbarik yang diperlukan untuk mengobati tuli mendadak?  Setelah 1-2 kali pengobatan (10-20 kali), akan efektif dan lebih dari 80% pasien dapat sembuh.  7 . Seberapa efektifkah oksigen hiperbarik dalam mengobati cedera otak traumatis?  Efek oksigen hiperbarik pada trauma kranioserebral akut sangat signifikan. Ini memiliki efek yang jelas pada pemulihan kesadaran, peningkatan memori dan pemulihan fungsi neurologis.  8.Apa terapi oksigen hiperbarik yang biasa dilakukan?  Terapi oksigen hiperbarik adalah sepuluh hari, sekali sehari, dan umumnya diperlukan 2-3 kali pengobatan untuk penyakit ini.