Patahnya gigi susu dapat dibagi menjadi fraktur mahkota gigi susu sederhana, fraktur mahkota gigi susu yang kompleks, fraktur akar gigi susu, dll. Perawatan harus dilakukan sesuai dengan fraktur gigi susu, termasuk restorasi mahkota gigi, pulpotomi, pencabutan fraktur mahkota gigi, dll., sebagai berikut. 1. Fraktur mahkota gigi susu yang sederhana: Artinya mahkota gigi susu mengalami fraktur tanpa paparan pulpa, dan ujung yang tajam harus disesuaikan dan digerinda, serta bentuk mahkota harus dipulihkan dengan menggunakan ionomer kaca dan resin. Fraktur mahkota dekat pulpa perlu ditinjau kembali setelah 1 bulan, jika pulpa terinfeksi, operasi pengangkatan pulpa. 2. Fraktur mahkota gigi susu yang kompleks: jika fraktur mahkota gigi susu menunjukkan pulpa dengan pelonggaran, dan waktu paparan pulpa dalam waktu 24 jam, pulpa dipotong dengan pulpotomi mahkota, kemudian pulpa ditutup dengan kalsium hidroksida, dan kemudian restorasi mahkota dilakukan; jika waktu paparan pulpa lebih dari 24 jam, pulpa dicabut dan restorasi mahkota dilakukan. 3. Fraktur akar gigi susu: bagian tengah akar retak, mahkota gigi dapat dicabut dan retak, dan sisa akar dapat diserap dengan sendirinya atau terdorong keluar dengan tumbuhnya gigi permanen berikutnya. Untuk fraktur akar apikal, ujung akar yang patah biasanya diserap kembali secara fisiologis. Dianjurkan untuk pergi ke rumah sakit tepat waktu untuk menerima perawatan rutin sesegera mungkin.