Kentut dan penyemprotan kotoran dapat disebabkan oleh fenomena fisiologis normal, gangguan pencernaan, penyakit pencernaan, intoleransi laktosa, penyakit sfingter anus, dan alasan lainnya.
1. Fenomena fisiologis normal: biasanya karena belum matangnya perkembangan fungsi berbagai organ tubuh, bayi yang lebih muda karena ketidakmatangan otot sfingter anus, dapat terjadi kentut dan penyemprotan kotoran, yang merupakan fenomena fisiologis yang normal.
2. Gangguan pencernaan: biasanya karena disfungsi pencernaan yang menyebabkan peningkatan frekuensi dan pengenceran tinja, bayi dapat mengalami kentut dan menyemburkan kotoran.
3. Penyakit gastrointestinal: bayi dengan gastroenteritis akut, yang sering disertai dengan muntah dan diare, dapat mengalami kentut dan menyembur.
4. Intoleransi laktosa: Umumnya bayi tidak dapat menyerap laktosa secara langsung, yang dapat menyebabkan diare dengan gejala seperti kembung, tumpahan susu, dan feses yang asam.
5. Penyakit sfingter anus: seperti relaksasi bawaan sfingter anus, ketika tekanan perut meningkat, bayi dapat kentut dan menyemprotkan kotoran.
Ada banyak penyebab lain bayi kentut dan menyemburkan kotoran, sehingga orang tua disarankan untuk membawa bayi mereka ke dokter tepat waktu untuk mengidentifikasi penyebab penyakit dan mendapatkan perawatan rutin.