Apa itu SLE?

SLE adalah lupus eritematosus sistemik, penyakit umum yang merupakan penyakit prototipe dari penyakit autoimun. Menurut survei epidemiologi, insiden SLE di Tiongkok adalah 70 per 100.000, yang berarti bahwa ada lebih dari satu juta pasien SLE di negara ini, dan penyakit ini terutama terjadi pada wanita berusia 15-40 tahun. Penyebab SLE belum diketahui, tetapi diduga berkaitan erat dengan faktor genetik, faktor lingkungan dan hormon seks. SLE dapat memengaruhi banyak sistem tubuh, seperti kulit, termasuk eritema kupu-kupu, eritema diskoid, dermatitis matahari, nyeri otot, pembengkakan sendi dan sariawan, serta ginjal, paru-paru, jantung, dan sistem saraf pusat. Setelah pasien terkena SLE, penting untuk memberikan pengobatan yang agresif, ketika glukokortikoid adalah obat dasar yang digunakan untuk mengobati SLE. Jumlah hormon yang digunakan dapat sangat bervariasi, tergantung pada kondisi pasien. Beberapa pasien hanya memerlukan dosis pemeliharaan kecil 1-2 tablet sehari, sementara pasien lainnya memerlukan pengobatan kejut 1000mg sehari. Obat imunosupresif seperti metotreksat, siklofosfamid, mikofenolat, dan siklosporin digunakan sebagaimana mestinya, tergantung pada penilaian sistemik pasien. Tingkat kelangsungan hidup lima tahun untuk SLE saat ini dapat mencapai lebih dari 95% dengan pengobatan yang teratur dan sistematis.