Penggunaan omeprazol dalam jangka panjang dapat menyebabkan reaksi merugikan sistemik (misalnya sakit kepala) serta reaksi merugikan saluran cerna (misalnya mual, perut kembung). Omeprazole adalah penghambat pompa proton yang umum digunakan, yang dapat menghambat sekresi asam lambung dan berperan dalam melindungi mukosa lambung, dan juga dapat meringankan gejala mulas dan refluks asam yang disebabkan oleh asam lambung yang berlebihan, yang dapat digunakan dalam pengobatan tukak lambung, tukak duodenum, dan penyakit refluks gastroesofagus. 1. Reaksi merugikan sistemik: mengonsumsi omeprazole dapat menyebabkan sakit kepala dan pusing, demam dan kelelahan, kelelahan dan ketidaknyamanan, ruam kulit, reaksi alergi, dan reaksi merugikan lainnya. 2. Reaksi merugikan gastrointestinal: mual dan muntah, sakit perut dan diare, refluks asam dan perut kembung, sembelit, pankreatitis dan stomatitis mulut kering serta gejala gastrointestinal lainnya juga dapat terjadi setelah mengonsumsi omeprazole. Omeprazol harus dihindari jika dikombinasikan dengan klaritromisin, diazepam, fenitoin natrium, warfarin, nifedipin, digoksin, atazanavir, dan obat antijamur imidazol seperti ketoconazole. Obat ini harus digunakan dengan hati-hati oleh mereka yang alergi terhadap obat ini, wanita hamil dan ibu menyusui. Dianjurkan untuk menggunakan Omeprazole di bawah bimbingan dokter.