Festival bagaikan perhentian dalam sebuah perjalanan, atau seperti hujan bunga di musim semi. Di waktu yang sibuk ini, semua orang menantikan festival. Setelah tahun yang sibuk, Tahun Baru Imlek adalah waktu untuk merayakannya. Namun, saat merayakan festival ini, jangan abaikan “hati kecil” Anda! Hati kita adalah “pabrik kimia” tubuh dan banyak zat yang perlu dimetabolisme dan didetoksifikasi oleh hati, jadi kita harus melindungi hati kita, terutama jika kita memiliki penyakit hati. Pada saat yang sama, hati adalah organ pencernaan, jadi jika Anda tidak makan dengan benar, hal itu dapat menambah beban hati dan terkadang menyebabkan kerusakan hati, terutama pada orang dengan penyakit hati. Penderita penyakit hati biasanya perlu memperhatikan hal-hal berikut dalam pola makannya, terutama saat acara-acara perayaan: 1. Hindari makan semua jenis makanan yang digoreng dan digoreng, termasuk kue minyak, donat, kue goreng, ikan goreng, dan daging goreng. 2. Hindari alkohol. Bahkan sejumlah kecil alkohol dapat menyebabkan kerusakan lebih lanjut pada sel-sel hati dan memperparah penyakit hati, jadi sebaiknya hindari alkohol. 3. Usahakan untuk tidak menggunakan bumbu yang pedas, seperti cabai, mustard, dll. 4 . Bila ada gejala kembung, sebaiknya kurangi makan makanan yang mudah kembung, termasuk kedelai mentah dan makanan penghasil gas lainnya. 5. Minum susu dapat menyebabkan kembung dan diare karena intoleransi laktosa atau faktor lainnya, jadi sebaiknya jangan minum lebih dari 1 sachet (sekitar 250ml) sekaligus dan jangan dalam keadaan perut kosong. Pemanasan yang tepat dapat mengurangi terjadinya ketidaknyamanan pencernaan. 6, pasien dengan kerusakan hati yang parah tidak boleh makan makanan dalam jumlah besar yang kaya akan serat makanan, termasuk konjak, tepung jagung, daun bawang, seledri, gandum, oat, soba, dll. 7. Dianjurkan untuk mengonsumsi makanan dalam porsi kecil. Di bawah bimbingan dokter, pasien dengan penyakit hati dapat makan 4-6 kali sehari, kecuali tiga kali makan utama. 8. Makanan harus segar, enak, mudah dicerna dan kaya variasi. Kebiasaan makan pasien harus diakomodasi sejauh mungkin tanpa melanggar prinsip-prinsip nutrisi. Secara umum, makanan yang cocok untuk pasien penyakit hati meliputi: susu skim, yoghurt, telur, tahu, susu kedelai, kopi ringan, teh ringan, jus buah segar, sereal umum (nasi, mie), roti gandum, semua jenis sayuran (kecuali daun bawang, seledri, krisan, dll.), unggas tanpa kulit (ayam, bebek, dll.), ikan, daging babi tanpa lemak, daging sapi tanpa lemak, daging domba tanpa lemak, dll. Makanan yang tidak cocok untuk pasien penyakit hati: susu penuh lemak, kue-kue krim, daging berlemak, kulit ayam, kulit bebek, daging yang dipanggang atau digoreng, sosis, sup daging kental, shabu-shabu, semur, makanan pedas dan bumbu, makanan acar (kimchi, asinan kubis, dll.), minuman yang mengandung bahan tambahan makanan, makanan berserat tinggi (konjak, daun bawang, seledri, kedelai mentah, dll.), buah-buahan keras (biji melon, kenari, kacang tanah, dll.), berbagai jenis alkohol, dll. Tips dokter: Makanan yang cocok dan tidak cocok untuk pasien penyakit hati di atas hanya dapat digeneralisasi. Setiap orang memiliki situasinya masing-masing, sehingga perlu berkonsultasi dengan dokter yang bertanggung jawab dan ahli yang relevan untuk mendapatkan rencana diet yang lebih ilmiah dan masuk akal. Selain itu, seperti kata pepatah, “tiga bagian menyembuhkan, tujuh bagian menyehatkan”, kami berharap bahwa dalam kehidupan sehari-hari, terlepas dari apakah kita memiliki penyakit atau tidak, kita harus menerapkan pola makan ilmiah untuk membantu kita sembuh dari penyakit kita dan mempertahankan gaya hidup sehat.