Apa saja tanda dan gejala awal skizofrenia?

  Gejala awal skizofrenia bervariasi dan umumnya berhubungan dengan jenis onset. Onsetnya bisa kronis, subakut atau akut. Onset kronis adalah yang paling umum dalam praktik klinis. Gejala awal perubahan kepribadian adalah yang paling umum. Aktivitas mental pasien berangsur-angsur menjadi lamban, dingin, jauh, menghindar dan memusuhi sanak keluarga; dia mungkin sedikit berbicara, duduk sendirian, atau berkeliaran tanpa tujuan, malas, tidak disiplin, dan mengabaikan nasihat dari orang-orang di sekitarnya. Sebagian pasien memiliki kepribadian yang menyimpang: mereka kehilangan kesabaran tanpa alasan yang jelas, tidak mampu mengendalikan diri, sensitif dan curiga, atau menikmati fantasi yang terpisah dari kenyataan, berbicara atau tertawa sendiri, atau memiliki ketakutan yang tidak beralasan. Sebagian pasien mengalami berbagai ketidaknyamanan: insomnia, sakit kepala, kelelahan, kurang konsentrasi, ketidakstabilan emosi, kurang semangat kerja, dan berkurangnya kemampuan untuk belajar dan bekerja. Beberapa pasien mengalami keadaan obsesif-kompulsif: takut kotor, takut sakit, takut mengatakan hal yang salah, takut orang melihat mereka atau ketakutan yang tidak dapat dijelaskan, atau bermanifestasi sebagai gerakan stereotip. Gejala awal pada beberapa pasien adalah depersonalisasi, di mana pasien merasa bahwa tipe tubuhnya telah berubah, dan dalam beberapa kasus, kecurigaan terhadap penyakit. Pasien dengan onset akut penyakit ini biasanya mengembangkannya dalam waktu dua minggu. Pasien tiba-tiba menjadi gelisah, impulsif, destruktif, tidak menentu, takut, bingung, atau gembira tanpa alasan yang jelas. Gejala awal sulit dideteksi sebelum timbulnya penyakit atau mungkin tidak ada sama sekali. Bagaimana cara mengenali gejala awal skizofrenia?   Pada pasien yang onsetnya lambat, beberapa gejala kejiwaan awal biasanya terdeteksi dengan pengamatan dan analisis yang cermat: 1. Perubahan dalam tidur: Secara bertahap atau tiba-tiba menjadi sulit tidur, atau Anda sering terbangun di tengah malam, atau Anda tidak tidur nyenyak, mengalami mimpi buruk sepanjang malam, atau tidur berlebihan.  2. Perubahan emosional: menjadi acuh tak acuh secara emosional, bersikap dingin dan tidak peduli terhadap kerabat, jauh dari teman, tidak tertarik pada hal-hal di sekitar Anda, atau sering tertawa tanpa sebab, atau marah pada hal sekecil apa pun, dll.  3. Kelainan perilaku: perilaku berangsur-angsur menjadi aneh atau tidak dapat dipahami, lebih suka menyendiri atau tertawa sendiri, hidup malas, linglung dan linglung, tidur dalam kegelapan, berkeliaran.  4. Sensitivitas dan paranoid: Secara bertahap menjadi sensitif dan paranoid, memberikan perhatian khusus pada kata-kata dan tindakan anggota keluarga, teman, kolega dan tetangga, merasa bahwa suasana lingkungan telah berubah, bahwa orang-orang terlihat agak aneh, dan bahwa sesuatu akan terjadi pada mereka.  5.Perubahan kepribadian: orang yang semula lincah, ceria, dan ramah menjadi pendiam, pendiam, menyendiri, dan tidak berinteraksi dengan orang lain; orang yang semula bersih menjadi tidak terawat dan tidak higienis; orang yang semula disiplin menjadi sering terlambat, pulang lebih awal, tidak masuk kerja tanpa alasan, bekerja asal-asalan, dan tidak peduli dengan kritikan; orang yang semula rajin dan hemat menjadi boros dan boros, dan sebagainya.  6.Tidak adanya keterpisahan dari kenyataan: memanjakan diri dalam fantasi dan “melamun”.