Untuk pasien yang menjalani kateterisasi dengan kateter kemih yang menetap, kateter kemih dijepit secara berkala untuk melatih fungsi kontraktil forsep kandung kemih. Tubuh tidak perlu melatih kemampuan fisiologis untuk buang air kecil setelah kateter dilepas, karena kandung kemih itu sendiri menghasilkan rangsangan fisiologis yang normal setelah kateter dilepas. Namun, tanpa penjepitan kateter kemih sebelumnya dan latihan yang memadai pada otot-otot penguat kandung kemih sebelum pengangkatan, terdapat risiko retensi urin setelah pengangkatan kateter kemih. Oleh karena itu, pasien dapat melatih otot-otot penguat kandung kemih sebelum memasang kateter kemih yang nantinya harus dilepas, misalnya dengan menjepit kateter kemih secara teratur, biasanya dengan interval 3-4 jam, setelah itu pasien akan merasakan keinginan untuk buang air kecil yang signifikan dan kemudian membuka penjepit kateter kemih, sehingga pasien dapat buang air kecil dengan sendirinya. Selain itu, latihan otot-otot penguat kandung kemih yang diikuti dengan pencabutan kateter kemih, yang tidak memerlukan latihan buang air kecil setelah pencabutan, dapat memulihkan fungsi berkemih fisiologis yang normal.