Pria yang berusia 35 tahun dan memiliki hipertensi biasanya tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kesuburan dan wanita dapat mempersiapkan kehamilan secara normal. Penelitian saat ini menunjukkan bahwa tekanan darah yang tidak terkontrol dengan baik pada pria selama kehamilan atau selama masa pra-pembuahan dapat menyebabkan tekanan darah tinggi pada keturunannya, tetapi hal ini dapat dipicu oleh sejumlah faktor, seperti usia, pola makan, kebiasaan merokok, dan lain-lain, dan bukan berarti bayi akan mengalami tekanan darah tinggi di kemudian hari. Selain itu, pria yang berusia 35 tahun dan menderita hipertensi sering kali minum obat untuk mengontrol tekanan darah mereka, yang biasanya tidak memiliki efek signifikan pada sperma. Oleh karena itu, jika seorang wanita mengetahui bahwa dia hamil, dia dapat memiliki bayi. Selain itu, pasien hipertensi harus mengontrol asupan garam, makan makanan tinggi vitamin, kalsium, lemak dan kolesterol, mengontrol kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol, serta beristirahat secara teratur untuk menggabungkan kerja dan istirahat.