Perubahan sumsum tulang mengacu pada perubahan tingkat proliferasi sel sumsum, jumlah sel sumsum, rasio granulosit terhadap eritrosit, dan proporsi sel hematopoietik pada setiap sistem dan stadium. Jika hematopoiesis berkurang, sumsum tulang “hipoproliferatif” atau “sangat hipoproliferatif”, sedangkan pada leukemia, sumsum tulang “sangat aktif” atau “sangat aktif”. Sangat aktif”. Berikut ini adalah contoh cara memeriksa perubahan sumsum tulang pada leukemia. 1. Jumlah sel primitif lebih dari 30% biasanya dianggap sebagai kriteria diagnostik utama untuk leukemia akut. 2. Peningkatan abnormal pada granulosit, terutama pada tahap matang, dianggap sebagai reaksi mirip leukemia yang diinduksi oleh infeksi (respons inflamasi yang intens, bukan leukemia) jika nilai positif pewarnaan neutrofil alkali fosfatase (NAP) tinggi, sedangkan nilai positif yang rendah atau negatif dianggap sebagai leukemia granulositik kronis. 3. Terdapat hiperplasia yang nyata pada sistem eritrosit, sebagian besar dalam bentuk anemia hiperplastik. 4. Granulosit dan sel darah merah berkurang, demikian juga megakariosit, sementara peningkatan proporsi limfosit mungkin merupakan anemia aplastik.