Gangguan kecemasan umumnya bermanifestasi sebagai distress. Distress umumnya bermanifestasi dalam tiga cara: 1. Pasien mudah tersinggung, terganggu dan merasa gugup dan khawatir yang tak dapat dijelaskan; 2. Pasien memiliki kegelisahan yang signifikan, yang bermanifestasi sebagai ketidakmampuan untuk duduk diam, yaitu kegelisahan motorik; 3. Pasien juga disertai dengan gejala disfungsi otonom, seperti kepanikan, jantung berdebar-debar, mual, regurgitasi atau gejala seperti kembung dan keringat berlebihan. Ada berbagai faktor untuk gangguan kecemasan, yang mungkin berupa rangsangan kehidupan nyata atau onset yang tidak dapat dijelaskan. Jika orang tersebut mengalami kecemasan sebagai akibat dari suatu stimulus, maka secara umum disebut gangguan stres dalam istilah medis. Jika onsetnya tidak beralasan, maka disebut gangguan kecemasan umum. Kasus-kasus yang parah seperti serangan panik paroksismal yang terjadi secara tiba-tiba, jantung berdebar-debar, dada sesak, kesulitan bernapas dan, dalam kasus yang parah, perasaan hampir mati disebut serangan panik.