Migrain adalah gangguan sakit kepala yang disebabkan oleh gangguan pada vasokonstriksi pembuluh darah di kepala, dan lebih sering terjadi pada wanita, terutama pada orang muda dan setengah baya, yang jumlahnya hampir 10% dari populasi. Namun demikian, pada awal tahun 1960-an, para dokter di negara-negara Barat menemukan bahwa serangan migrain terkait erat dengan kebiasaan makan pasien sendiri, dan menamai kondisi ini sebagai “migrain diet”. Makanan apa yang mungkin memicu migrain? 1. Keju dan cokelat. Keju dan cokelat adalah makanan yang paling umum yang menyebabkan migrain dan keduanya kaya akan asam amino tirosin. Beberapa penderita migrain memiliki kemampuan yang berkurang untuk memecah tirosin, yang meningkatkan jumlah tirosin dalam tubuh dan mendorong sintesis prostaglandin, yang bertindak langsung pada pembuluh darah di kepala untuk menyebabkan diastole yang kuat dan akhirnya menyebabkan sakit kepala. Makanan lain yang kaya tirosin antara lain: jeruk, nanas, kacang panjang, tomat, anggur merah, tuna, jeroan hewan, dan berbagai produk susu. Minuman beralkohol Banyak orang yang mengalami sakit kepala setelah mabuk, yang berarti bahwa minuman beralkohol juga dapat menyebabkan migrain. Alasannya adalah bahwa alkohol itu sendiri memiliki kemampuan untuk melebarkan pembuluh darah dan merangsang sintesis prostaglandin, sementara bir, anggur putih, dan anggur buah juga kaya akan tirosin, yang merupakan pukulan ganda dibandingkan dengan keju dan cokelat. Kecap asin dan MSG Kecap asin penting dalam masakan Tionghoa karena “menambah warna dan rasa”. Namun demikian, laporan asing menunjukkan bahwa sekitar 3% orang Barat yang menyantap makanan Cina mengalami sakit kepala dan penyempitan wajah, yang disebut “sindrom makanan Cina”, yang disebabkan oleh monosodium glutamat dalam kecap asin. Bahan utama dalam MSG juga monosodium glutamat, sehingga penderita migrain yang sensitif terhadap glutamat sebaiknya tidak mengonsumsi terlalu banyak kecap atau MSG karena dapat memicu sakit kepala. Vitamin A Vitamin A adalah nutrisi penting bagi tubuh, melindungi penglihatan di malam hari, meningkatkan daya tahan tubuh dan melawan kanker. Namun demikian, banyak penelitian telah menunjukkan bahwa kadar vitamin A yang tinggi dapat menyebabkan sakit kepala yang hebat, dipicu oleh proses yang mirip dengan aksi tirosin dalam tubuh. Sudah diketahui bahwa jeroan hewan, terutama hati, kaya akan vitamin A. Ada juga makanan hewani seperti ikan, makanan laut, krim dan telur, beberapa di antaranya diduga memiliki faktor alergi. Kopi dan teh kental Banyak orang menemukan bahwa minum secangkir kopi atau teh kental ketika mereka sakit kepala dapat meringankan rasa sakitnya. Sayangnya, kafein dalam kopi dan teh kental juga dapat membuat Anda sakit kepala, terutama jika Anda mengonsumsi kafein secara teratur tetapi tidak meminumnya untuk sementara waktu. Selain itu, kafein dalam jumlah besar akan menyempitkan pembuluh darah secara berlebihan, menstimulasi sistem saraf dan mengganggu tidur. 2. Es krim. Sekitar 90 persen penderita migrain mengalami sakit kepala sementara setelah mengonsumsi es krim atau menelan minuman dingin dengan cepat, dan penderita yang lebih sensitif bahkan dapat memicu rasa sakit di area tertentu dengan meletakkan es yang dihancurkan langsung di langit-langit mulut atau bagian belakang tenggorokan. Berbeda dengan kelompok makanan sebelumnya, es krim tidak bertindak melalui zat biologis tertentu di dalam tubuh, tetapi hanya karena pembuluh darah pasien tidak diatur dan bereaksi berlebihan terhadap rangsangan dingin, sehingga terjadi kejang. Sering kali tidak mudah untuk mengidentifikasi makanan yang menyebabkan migrain, dan meskipun ‘penyebab’ yang lebih umum telah dijelaskan di atas, situasi sebenarnya bervariasi dari orang ke orang. Bagi penderita migrain yang mengalami kesulitan mengidentifikasi, cobalah membuat catatan harian tentang makanan yang dimakan setiap hari dalam urutan kronologis, sehingga jika sakit kepala menyerang, makanan yang dimakan dalam 24 jam sebelumnya menjadi ‘tersangka’. Ulangi hal ini beberapa kali dan Anda akan sering menemukan makanan yang benar-benar memicu migrain. Apa yang bisa dimakan oleh penderita migrain? Selain menghindari makanan yang disebutkan di atas, ada nutrisi tertentu lainnya yang dapat bermanfaat dalam mencegah migrain ketika dikonsumsi dalam jumlah sedang. Vitamin B melindungi sistem kardiovaskular dan saraf, serta mengurangi stres dan suasana hati, sehingga mengonsumsi makanan yang kaya vitamin B, seperti daging tanpa lemak, sereal, kedelai, dan kacang tanah, dapat bermanfaat dalam mencegah migrain. Vitamin C, dengan sifat antioksidannya, juga dapat membantu mempertahankan metabolisme normal tubuh dalam kondisi stres, membantu mengurangi timbulnya migrain yang dipicu oleh stres emosional. Mineral magnesium, yang juga memiliki peran dalam mengatur aliran darah dan merelaksasi otot dan pembuluh darah, dapat ditambah dengan mengonsumsi sereal, kacang-kacangan dan biji-bijian (seperti biji bunga matahari, almond, kacang mete dan hazelnut), kembang kol dan tahu. American Headache Foundation merekomendasikan bahwa penderita migrain harus melengkapi dengan 500-750 mg magnesium setiap hari. Penting untuk dicatat bahwa asupan magnesium yang berlebihan dapat menyebabkan diare. Penderita migrain perlu makan dengan baik karena migrain itu sendiri dipengaruhi oleh berbagai faktor dan pencegahannya tidak hanya membutuhkan lingkungan hidup yang bersih dan tenang, gaya hidup yang teratur dan olahraga ringan, dan suasana hati yang baik, tetapi juga pola makan yang baik. Berusahalah untuk makan makanan yang seimbang, rendah garam dan lemak, dengan jumlah vitamin dan mineral yang tepat, dan hindari makanan yang dapat memicu migrain – ini adalah cara terbaik untuk menjauhkan migrain dari Anda.