Perbedaan antara bubuk jahe dan bubuk kunyit terutama tercermin dalam sumber obat dan khasiat obat, khasiat dan kontraindikasi.
1. Sumber obat dan khasiat obat: bubuk jahe adalah jahe kering yang digiling menjadi bubuk, sumber obatnya untuk tanaman jahe rimpang jahe kering, panas. Bubuk kunyit adalah kunyit yang ditumbuk menjadi bubuk, sumber obatnya untuk tanaman jahe rimpang kering kunyit, sifatnya hangat.
2. Khasiat: bubuk kunyit memiliki efek menghangatkan bagian tengah dan menyebarkan hawa dingin (menghangatkan limpa dan perut untuk menghilangkan hawa dingin), mengembalikan yang untuk membuka pembuluh darah, menghangatkan paru-paru dan mengubah minuman (dengan menghangatkan paru-paru untuk meningkatkan operasi stagnasi air dan cairan), dan dapat digunakan untuk mengobati nyeri dingin di daerah epigastrium (perut, daerah epigastrium dan perut dingin dan nyeri), muntah dan diare, tungkai dan denyut nadi dingin, minuman dingin dan batuk, dan sebagainya.
Bubuk kunyit berkhasiat memecah darah dan menggerakkan qi, serta meredakan haid dan nyeri, mengobati nyeri menusuk dada dan hipokondriak (daerah dada dan tulang rusuk), kelumpuhan dada (dada sesak dan nyeri), nyeri jantung, dismenorea dan penyumbatan haid, penyumbatan massa di perut, rematik, nyeri bahu dan lengan, serta nyeri pada memar dan bengkak.
3. Kontraindikasi: bubuk jahe menyengat, panas dan kering, defisiensi Yin dan panas internal, panas darah dilarang, wanita hamil tidak boleh digunakan. Bubuk kunyit dilarang untuk wanita hamil.
Bubuk jahe dan bubuk kunyit adalah obat yang berbeda, penggunaan harus memperhatikan identifikasi, disarankan untuk menggunakan obat di bawah bimbingan dokter.