Tidaklah mungkin untuk menilai tingkat keparahan penyakit hanya dari tingginya sinyal T2 di otak. Tingkat keparahan lesi otak harus dinilai tidak hanya dari hasil MRI, tetapi juga dari kombinasi CT kranial, pemeriksaan cairan serebrospinal, pemeriksaan fisik, dan presentasi klinis pasien.
T2flair adalah teknik yang menekan sinyal tinggi T2 (T2 panjang) dari cairan serebrospinal pada pencitraan resonansi magnetik tertimbang T2 (terutama yang mencerminkan perbedaan nilai T2 antara jaringan), sehingga lesi yang berdekatan dengan cairan serebrospinal yang memiliki sinyal tinggi akan terlihat lebih jelas.
Sinyal T2 yang tinggi terlihat pada sebagian besar tumor primer intrakranial, metastasis otak, fokus infark, fokus lunak, lesi demielinasi, edema otak, abses otak, kista epidermoid, tumor lemak, dan stadium subakut pendarahan otak.
Sebagai kesimpulan, tidak mungkin untuk menentukan tingkat keparahan lesi dengan hanya mengandalkan hasil T2flair di otak, dan disarankan agar pasien pergi ke rumah sakit tepat waktu untuk mendapatkan penyebab penyakit yang diklarifikasi dan diobati tepat waktu di bawah bimbingan dokter.